Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Politik

Pentingnya Digitalisasi, Imam Musakkar Ingin Revisi Perda Pasar Tradisional-Modern

badge-check

					Pentingnya Digitalisasi, Imam Musakkar Ingin Revisi Perda Pasar Tradisional-Modern Perbesar

MAKASSAR, BERITA.NEWS – Anggota DPRD Kota Makassar, Imam Musakkar menggelar Sosialisasi Penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 15 tahun 2009 tentang Perlindungan, Pemberdayaan Pasar Tradisional dan Penataan Pasar Modern di Makassar, di Hotel Dalton, Jl Perintis Kemerdekaan, Minggu (15/10/2023).

Dalam sosialisasi ini, Imam Musakkar menyampaikan perda itu perlu direvisi. Pasalnya aturan tersebut tidak mengatur digitalisasi pasar seiring perkembangan zaman.

“Semua perda yang lama itu harus ada revisi seperti perda ini sudah dari tahun 2009. Banyak yang tidak relevan,” katanya.

Menurut legislator dari Fraksi PKB ini, digitalisasi saat ini berperan penting dalam mendongkrak pendapatan lapak di pasar. Banyak kemudahan yang bisa diperoleh.

“Sekarang zamannya digital 4.0 dan ini harus diselaraskan dengan perda. Digitalisasi ini menjangkau banyak pembeli,” tambahnya.

Anggota Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Makassar ini mengaku bakal mendorong agar revisi ini terealisasi. Banyak urgensi demi mensejahterakan para pedagang pasar.

“Kita akan sama-sama kawal ini, semua perda yang lama itu mesti kita revisi,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasubag Keuangan Dinas Koperasi dan UKM Makassar, Angelina Frederica juga berpendapat revisi perlu pada perda ini.

“Saya setuju kalau perda ini direvisi karena memang tidak diatur soal digitalisasi padahal itu penting,” jelasnya.

Sejauh ini, Dinas Koperasi dan UKM pun telah konsen terhadap digitalisasi demi meningkatkan penjualan para pedagang terkhusus UMKM.

“Kita juga sudah punya inkubator yang memfasilitasi UMKM kita untuk naik kelas. Semuanya di sana serba digital,” tambahnya.

Begitu juga yang disampaikan Akademisi Universitas Bosowa, Prof Baharuddin. Ia menyatakan para pedagang mesti bertransformasi.

Ia menilai perkembangan zaman itu menuntut para pedagang untuk bekerja keras. “Makanya seorang enterpreneur itu, harus pandai melihat peluang,” tukasnya. (*)

 

Loading

Comments

Baca Lainnya

Ikbal, Sosok Muda yang Curi Perhatian di Pencalonan BPD Kareloe Jeneponto

16 April 2026 - 19:54 WITA

calon bpd

Baru Bebas dari Penjara, Nasib Kursi DPRD Kamrianto Menggantung! Ini Kata BK

18 Maret 2026 - 20:02 WITA

kamrianto

Diam-Diam Sambangi Warga, Patudangi Azis Salurkan Sembako di 5 Titik Strategis Bulukumba–Sinjai

15 Maret 2026 - 20:50 WITA

sembako

Data Pemilih Dicek Satu per Satu! Bawaslu Bulukumba Terjunkan 5 Tim ke Lapangan

12 Maret 2026 - 23:00 WITA

data pemilih

Siap-siap! Siswa Madrasah di Bulukumba Bakal Terlibat Langsung Awasi Demokrasi

19 Februari 2026 - 19:20 WITA

mou
Trending di Politik