BERITA.NEWS, Sinjai — Peristiwa mengejutkan menimpa seorang jurnalis di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Saat tengah menjalankan tugas peliputan terkait penyaluran BBM bersubsidi, ia justru diduga mengalami intimidasi hingga kekerasan fisik.
Korban diketahui bernama Said Mattoreang, yang juga merupakan pengurus DPD Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Kabupaten Sinjai.

Ia kini telah resmi melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian di Mapolres Sinjai, Selasa (14/4/2026).
Insiden itu terjadi pada Sabtu, 11 April 2026, sekitar pukul 10.00 WITA, di wilayah Bikeru, Kecamatan Sinjai Selatan.
Saat itu, Said tengah melakukan peliputan aktivitas penyaluran BBM jenis Pertalite di salah satu SPBU setempat.
Namun, situasi mendadak berubah tegang. Dalam laporannya, Said mengaku dihadang oleh seorang pria berinisial SY bersama sejumlah rekannya.
Mereka diduga melakukan intimidasi, penghadangan, hingga ancaman terhadap korban.
Tak hanya itu, aksi tersebut bahkan berujung pada dugaan kekerasan fisik.
“Saya juga sempat mengalami tindakan kekerasan berupa pemukulan, meski berhasil menghindari serangan lanjutan,” ungkap Said.
Ketegangan di lokasi sempat memuncak sebelum akhirnya berhasil dilerai oleh warga sekitar. Akibat kejadian tersebut, Said mengaku mengalami trauma dan ketakutan hingga tidak dapat melanjutkan kegiatan peliputan.
Pihak IWOI Sinjai pun angkat bicara. Kuasa hukum IWOI Sinjai, Andi Edi, SH, menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal kasus ini hingga tuntas.
Menurutnya, tindakan yang dialami korban bukan sekadar kekerasan biasa, melainkan bentuk nyata penghalangan terhadap kerja jurnalistik yang dilindungi undang-undang.
“Ini bukan hanya menyangkut individu, tetapi juga kebebasan pers. Kami mendesak aparat kepolisian untuk segera menindaklanjuti laporan ini secara profesional,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, segala bentuk intimidasi terhadap jurnalis tidak dapat dibenarkan dan harus diproses sesuai hukum yang berlaku.
Kasus ini kini menjadi sorotan publik, sekaligus mengingatkan pentingnya perlindungan terhadap jurnalis dalam menjalankan tugasnya di lapangan.
Penulis: Thatang
![]()
























