Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Politik

PAN Merapat ke Koalisi Pemerintah, Survei ASI: Elektabilitas Zulkifli Hasan Naik

badge-check

					Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan saat menyampaikan sambutan di sela silaturahim dan safari ramadhan di Kantor DPW PAN Jatim di Surabaya, Jumat (30/4/2021) malam. ANTARA/HO-Humas PAN Jatim/fa/am. Perbesar

Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan saat menyampaikan sambutan di sela silaturahim dan safari ramadhan di Kantor DPW PAN Jatim di Surabaya, Jumat (30/4/2021) malam. ANTARA/HO-Humas PAN Jatim/fa/am.

BERITA.NEWS, Jakarta – Arus Survei Indonesia (ASI) menyebutkan keputusan Partai Amanat Nasional (PAN) merapat ke koalisi pemerintah berdampak baik dengan naiknya elektabilitas Zulkifli Hasan.

Direktur eksekutif ASI Ali Rif’an mengatakan hal itu tergambar dari paparan survei terbaru yang dipublikasikan ASI.

Ali Rif’an mengatakan lonjakan elektabilitas PAN dan Zulkifli Hasan terpantau signifikan sejak bergabung ke koalisi pemerintah. Hal itu menurutnya sebagai bentuk adanya tambahan dukungan dari kelompok pro pemerintah.

“Ini temuan menarik sekaligus unik, saat mitra koalisi alami penurunan, justru PAN sebagai pendatang baru mendapat simpati baru, dan peningkatan itu juga terjadi pada Zulkifli Hasan” katanya, dalam keterangannya, Kamis (9/9/2021).

ASI memotret elektabilitas Zulkifli Hasan dalam dua skema, di antara para ketua umum, Zulhas menempati posisi ke 4, dengan presentase 4,7 persen.

Elektabilitas itu jauh di atas Airlangga Hartarto yang hanya peroleh 2,4 persen, Muhaimin Iskandar 1,6 persen, Ahmad Saikhu 1,5 persen, Surya Paloh 1,2 persen.

Baca Juga :  Drama Muscab PPP Sinjai: Nama Formatur Ditetapkan, Ketua Masih Misterius

Kemudian, Hary Tanoesoedibjo 1,1 persen, Soeharso Monoarfa 0,9 persen, Anis Matta 0,7 persen, Giring Ganesha 0,3 persen, dan Yusril Ihza Mahendra 0,1 persen.

Sementara posisi puncak di duduki Prabowo Subianto dengan 10.2 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 8.6 persen dan Megawati Soekarnoputri 6.3 persen.

“Gambaran ini jelas sekali menempatkan Zulhas sebagai tokoh senior di politik yang masih bertaji, padahal tokoh lain tidak kalah rajin promosi, miliki panggung politik, tetapi toh banyak yang masih di bawah Zulhas” kata Ali.

Skema lainnya, disandingkan dengan 20 tokoh populer secara umum, Zulhas tetap mampu bertahan dengan persentase 2,8 persen, lebih unggul dari Khofifah Indarparawansa dengan 2,5 persen, Puan Maharani 1,7 persen, Airlangga Hartarto 0,8 persen, Muhaimin Iskandar 0,5 persen

“Membandingkan Zulhas dengan Prabowo, Anies Baswedan, tentu tidak adil, karena poros popularitasnya tentu jauh, tetapi perbandingan dengan Puan Maharani, Muhaimin Iskandar dan Airlangga Hartarto, tentu menarik karena ketiganya gencar sosialisasi, dan Zulhas memimpin,” ucapnya.

Survei dilakukan pada 26 Agustus sampai 3 September 2021 dengan melibatkan 1.200 responden. Penarikan data pada responden menggunakan kuisioner via telepon.

Adapun metode yang dipakai adalah multistage random sampling dengan toleransi kesalahan plus minus 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

  • ANTARA

Loading

Comments

Baca Lainnya

Dipecat Partai! Nasib Kamrianto di DPRD Sinjai di Ujung Tanduk, Harta Kekayaannya Terkuak

27 April 2026 - 21:10 WITA

kamrianto

Breaking News! Kursi DPRD Sinjai Memanas, Pemecatan Kader PAN Picu Proses PAW

27 April 2026 - 19:32 WITA

paw

Drama Muscab PPP Sinjai: Nama Formatur Ditetapkan, Ketua Masih Misterius

26 April 2026 - 20:36 WITA

muscab-ppp

Ikbal, Sosok Muda yang Curi Perhatian di Pencalonan BPD Kareloe Jeneponto

16 April 2026 - 19:54 WITA

calon bpd

Baru Bebas dari Penjara, Nasib Kursi DPRD Kamrianto Menggantung! Ini Kata BK

18 Maret 2026 - 20:02 WITA

kamrianto
Trending di Politik