BERITA.NEWS, Sinjai — Pemandangan tak sedap terlihat di depan Pasar Lagora Lappadata, Kelurahan Samaenre, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai.
Dua titik tumpukan sampah menggunung dan diduga telah berbulan-bulan tak diangkut, sehingga menimbulkan bau menyengat yang mengganggu aktivitas warga dan pedagang.

Tumpukan sampah pertama terlihat tepat di depan pasar dan tampak menggunung.
Sebagian sampah bahkan sudah dibakar oleh warga setempat untuk mengurangi volume dan bau tak sedap.
Sementara itu, tumpukan kedua berada di dalam area los pasar, di mana satu bak kontainer terlihat penuh dengan sampah berbau dan dipenuhi belatung.
Seorang warga setempat, Yudi, mengaku resah dengan kondisi tersebut.
Menurutnya, sampah itu sudah lama tidak diangkut oleh pihak terkait.
“Sudah berbulan-bulan itu sampah tidak ada yang angkut,” kata Yudi kepada Berita.News, Minggu (1/3/2026).
Keluhan serupa juga disampaikan salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya.
Ia mengaku bau sampah semakin menyengat terutama saat hujan turun.
“Kalau hujan sedikit, itu baunya sampah menyengat dan itu sangat mengganggu aktivitas jual beli di dalam pasar,” keluhnya.
Para pedagang berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan cepat untuk membersihkan dan mengangkut sampah yang ada di area pasar tersebut demi kenyamanan dan kesehatan bersama.
Diketahui, Pasar Lagora Lappadata memiliki sekitar 104 unit lapak yang digunakan untuk berjualan sayuran, ikan, pakaian dan berbagai kebutuhan lainnya.
Selain itu, terdapat 15 kios di bagian depan pasar serta 4 unit pertokoan mini di sisi kiri bangunan.
Ironisnya, bangunan pasar tersebut diketahui menghabiskan anggaran sebesar Rp5.793.750.000 yang bersumber dari TP/2019 dan dikerjakan oleh CV The Rakhmat Sinergy. Namun kondisi kebersihan yang memprihatinkan kini justru menjadi sorotan warga.
![]()





























