BERITA.NEWS, Jeneponto – Jembatan Penghubung Desa antara Jene Tallasa dengan Desa Bontomanai, Kecamatan Bangkala Induk, Kabupaten Jeneponto kini rusak parah dan amblas.
Jembatan yang panjangnya sekitar 5 meter itu amblas pada samping badan jalan. Diketahui jembatan tersebut adalah akses jalur alternatif yang dipakai warga sehari harinya. Namun kini dalam keadaan memperihatinkan.

Warga yang sehari hari melintas di kawasan itu juga sangat berhati hati. Terlebih pengendara roda 2 maupun roda empat.
Menurut warga setempat Bambang (35), jembatan tersebut sudah lama rusak. Namun pemerintah enggan memperbaikinya.
“Sudah lama sekitar 4 sampai 5 bulan itu jembatan rusak,” kata Bambang kepada BERITA.NEWS, Rabu (18/12/2019).
Menurut pengakuan warga lainnya, jembatan tersebut rusak diduga akibat tanah dibawah jembatan itu sudah terkikis aliran air setiap tahunnya. “Itu bawahnya sudah terkikis jadi retak pinggirannya,” ucapnya.
Sementara Kepala Desa Jenetallasa, Jabal Arfa saat ditemui dikediamannya membenarkan adanya jembatan yang rusak di wilayahnya.
“Yang jelas kita usahakan itu. Bagaimana Saya sudah minta juga diatas di Kabupaten. Malah pernah waktu soaialisasi di Makassar ketemu DPR Provinsi saya perlihatkan itu. Bagaimana itu, cuman diabilang anu Kabupaten, itu begituji,” kata Jabal kepada BERITA.NEWS.
Dia mengatakan, penyebab rusaknya jembatan itu dikarenakan pernah dihantam banjir bandang. “Penyebab jembatan itu waktu banjir bandang, pondasinya terkikis air, makanya roboh,” kata dia.
Olehnya itu, pihaknya sudah memerintahkan pendamping desa untuk mengukur guna perbaikan dan akan melakukan penganggaran pada tahun 2020 mendatang.
“Makanya baru baru ini untuk penganggaran 2020 saya minta kepada pendamping ukur itu. Kalau memang mencukupi anggaran alokasi dana desa, kita kerjakan itu,” ucapnya.
Dirinya mengaku akan mengusahakan perbaikan jembatan yang rusak itu. Karena akses tersebut demi kelancaran perekonomian masyarakat di desa itu.
“Yang jelas saya usahakan karena memang itu akses jalan perlu. Bagaimana masyarakat juga karna tidak lancar. Insya allah tahun depan dilakukan kalau memang anggaran alokasi dana desa mencukupi karena sudahmi naukur,” kata dia.
Selain itu, Jabal Arfa juga menilai pemerintah kabupaten Jeneponto tidak menghiraukan kondisi tersebut. Akibatnya, jembatan yang mulanya hanya retak sedikit kini menjadi amblas.
“Mungkin pemerintah kabupaten tidak menghiraukan atau bagaimana, karena mungkin lebih banyak yang lebih penting lagi dari itu. Kita juga masih menunggu harapan bagaimana pemerintah kabupaten,” jelasnya.
Mengantisipasi terjadinya hal hal yang tidak diinginkan, Jabal Arfa kini memasangi tanda peringatan hati hati pada jembatan yang amblas itu.
“Saya sudah kasi tanda karena memang tidak bisami dilalui disebelah kirinya kalau dari sini,” pungkasnya.
- Muh Ilham
![]()





























