BERITA.NEWS, Teheran – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Washington memperluas operasi pengawasan dan penindakan terhadap kapal-kapal tanker yang diduga terkait Teheran.
Kali ini, aksi tersebut terjadi jauh dari kawasan Selat Hormuz, menandai eskalasi baru dalam strategi maritim AS.

Berdasarkan data pelacakan laut dan citra satelit, kapal tanker M/T Tifani—yang mampu mengangkut hingga 2 juta barel minyak mentah dihentikan di perairan Samudera Hindia, tepatnya di jalur antara Sri Lanka dan Indonesia. Lokasi tersebut berjarak ribuan kilometer dari Teluk Persia dan masuk dalam cakupan operasi militer Indo-Pasifik Amerika Serikat.
Pergerakan kapal ini terpantau sejak awal April setelah berangkat dari terminal minyak di Pulau Kharg, Iran. Pada 10 April, kapal berada di Teluk Oman dan bergerak ke arah tenggara. Namun, pada 21 April, setelah melewati wilayah dekat Sri Lanka, jalur pelayaran Tifani berubah drastis. Kapal itu sempat berbelok tajam ke selatan sebelum kembali mengarah ke timur manuver yang memicu kecurigaan dan berujung pada intervensi pihak AS.
Tak lama setelah perubahan arah tersebut, otoritas Amerika Serikat mengumumkan telah mengambil alih kapal tersebut. Video yang dirilis pada Kamis (23/4/2026) oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat memperlihatkan operasi militer di laut, termasuk pengerahan helikopter dari kapal perang Angkatan Laut AS dan proses pendaratan personel di atas tanker.
Analisis pergerakan kapal selama setahun terakhir menunjukkan bahwa M/T Tifani kerap berlayar bolak-balik antara Teluk Persia dan wilayah perairan Malaysia, khususnya di sekitar Selat Malaka.
Kawasan tersebut dikenal sebagai jalur vital perdagangan global sekaligus titik rawan praktik transfer minyak antar kapal untuk menyamarkan asal muatan.
Amerika Serikat sebelumnya menuduh adanya praktik pemindahan minyak dari kapal yang masuk daftar sanksi ke kapal lain di perairan terbuka, termasuk di sekitar Selat Malaka dan Selat Singapura.
Aktivitas ini diduga bertujuan menghindari pengawasan internasional dan menyamarkan asal minyak.
Kasus penyergapan M/T Tifani menegaskan bahwa Washington kini memperluas jangkauan operasinya hingga ke jalur pelayaran strategis Asia. Langkah ini berpotensi meningkatkan ketegangan geopolitik, terutama di kawasan yang menjadi jalur utama distribusi energi dunia.
![]()





























