Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Januari-September, Basarnas Babel Tangani 30 Kecelakaan Kapal Nelayan

badge-check

					ilustrasi: net Perbesar

ilustrasi: net

BERITA.NEWS, Pangkalpinang – Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyatakan selama Januari hingga September 2021 telah menangani 30 kejadian kecelakaan kapal di laut, karena dihantam gelombang tinggi disertai angin kencang.

“Mayoritas korban kecelakaan kapal ini adalah nelayan dan pemancing yang beraktivitas di perairan ini,” kata Kepala Basarnas Provinsi Kepulauan Babel Fazzli di Pangkalpinang, Kamis (23/9/2021).

Ia mengatakan dalam kondisi cuaca di perairan Bangka Belitung yang tidak bersahabat ditandai gelombang tinggi, hujan lebat disertai angin kencang sangat membahayakan keselamatan kapal nelayan tradisional yang belum dilengkapi alat keselamatan berlayar.

“Rata-rata nelayan korban kapal tenggelam ini sudah dalam kondisi meninggal dunia, karena mereka tidak dilengkapi alat keselamatan seperti live jacket atau pelampung keselamatan,” katanya.

Baca Juga :  Cegah Bentrok Meluas, Polsek Lau Damaikan Dua Kelompok Pemuda di Maros

Ia mengimbau para nelayan dan pemancing untuk benar-benar memahami kondisi cuaca di perairan yang cenderung berubah-ubah dengan cepat, sehingga dapat membahayakan keselamatannya.

“Kami mengimbau para nelayan dan pemancing untuk melengkapi dan menggunakan alat keselamatan pelampung saat beraktivitas mencari ikan di tengah laut,” katanya.

Menurut dia perubahan cuaca di laut dengan cepat ini, tentunya kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Minimal dengan menggunakan alat keselamatan, tentunya para nelayan sudah melakukan pencegahan dan tindakan penyelamatan terhadap diri sendiri.

“Inilah keprihatinan kami, hampir seluruh korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, karena tidak ada penggunaan alat penyelamat ketika beraktivitas di laut,” demikian Fazzli.

  • ANTARA

Loading

Comments

Baca Lainnya

HBP ke-62, Rutan Masamba Perkuat Komitmen Pelayanan Prima

27 April 2026 - 17:57 WITA

Gerobak Usaha Hasil Pembinaan Ramaikan HBP ke-62 di Rutan Barru

27 April 2026 - 17:40 WITA

Sipropam Polres Maros Ingatkan Personel Bijak Bermedsos

27 April 2026 - 10:10 WITA

Cegah Bentrok Meluas, Polsek Lau Damaikan Dua Kelompok Pemuda di Maros

25 April 2026 - 16:25 WITA

Tak Banyak yang Tahu, Disertasi Ini Bawa Sarianto Raih Doktor UNM

24 April 2026 - 21:25 WITA

Sarianto (Kanan) usai sidang promosi doktor di Universitas Negeri Makassar, Jumat 24 April 2026. Foto: Ist.
Trending di Daerah