BERITA.NEWS, Sinjai — Data terbaru yang dirilis UPT RSUD Sinjai mengungkap fakta yang cukup mengejutkan tentang kondisi kesehatan masyarakat selama Februari 2026. Sabtu (14/3/2026).
Dari ribuan layanan yang diberikan, dua penyakit kronis justru mendominasi daftar penyakit terbanyak pada pelayanan rawat jalan maupun rawat inap.

Pada pelayanan rawat jalan, penyakit yang paling banyak ditangani adalah chronic ischaemic heart disease atau penyakit jantung iskemik kronis dengan total 613 kunjungan pasien.
Dari jumlah tersebut, 267 pasien laki-laki dan 346 pasien perempuan tercatat menjalani pemeriksaan maupun perawatan.
Penyakit jantung iskemik kronis merupakan kondisi berkurangnya aliran darah ke otot jantung akibat penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh darah koroner.
Kondisi ini sering kali dipicu oleh sejumlah faktor risiko seperti kebiasaan merokok, tekanan darah tinggi, kadar kolesterol yang tidak terkontrol, diabetes, hingga pola hidup yang kurang sehat.
Sementara itu, pada pelayanan rawat inap, penyakit yang paling banyak dirawat adalah non insulin dependent diabetes mellitus atau diabetes melitus tipe 2.
Selama Februari 2026 tercatat 66 pasien dirawat karena penyakit ini, yang terdiri dari 28 pasien laki-laki dan 38 pasien perempuan.
Diabetes tipe 2 merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah akibat resistensi insulin atau produksi insulin yang tidak mencukupi.
Kondisi ini kerap dipengaruhi oleh faktor keturunan, pola makan tidak sehat, kelebihan berat badan, serta kurangnya aktivitas fisik.
Direktur UPT RSUD Sinjai, dr. Kahar Anies, mengatakan data tersebut menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan sejak dini.
“Data ini menunjukkan bahwa penyakit kronis seperti jantung dan diabetes masih menjadi masalah kesehatan utama di masyarakat. Kami mengimbau masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup sehat, seperti mengatur pola makan, rutin berolahraga, menghindari rokok, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala,” ujar dr. Kahar.
Ia menambahkan, RSUD Sinjai terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus melakukan edukasi kepada masyarakat agar penyakit kronis dapat dicegah sejak awal.
“Pencegahan jauh lebih penting daripada pengobatan. Jika masyarakat semakin sadar untuk menjaga kesehatan, maka risiko penyakit kronis yang dapat berdampak serius bisa ditekan,” tambahnya.
Melalui publikasi data ini, pihak RSUD Sinjai berharap masyarakat dapat lebih waspada dan mulai menjalani gaya hidup yang lebih sehat demi menjaga kualitas hidup di masa mendatang.
![]()





























