Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Ekobis

BPJAMSOSTEK Targetkan 1,7 Juta Nelayan Terlindungi pada 2022

badge-check

					Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Zainudin bersama Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan Muhammad Zaini menunjukkan perjanjian kerja sama yang telah ditandatangani di Denpasar, Jumat (10/12/2021). ANTARA/Ni Luh Rhismawati. Perbesar

Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Zainudin bersama Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan Muhammad Zaini menunjukkan perjanjian kerja sama yang telah ditandatangani di Denpasar, Jumat (10/12/2021). ANTARA/Ni Luh Rhismawati.

BERITA.NEWS, Denpasar – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan atau BPJamsostek menargetkan 1,7 juta nelayan di Indonesia dapat terlindungi jaminan sosial ketenagakerjaan pada tahun 2022.

“Hari ini, awal untuk Indonesia lebih luas.Yang pertama ini kami kolaborasi dengan Bank BPD Bali,” kata Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Zainudin di Denpasar, Jumat (11/12/2021).

Zainudin menyampaikan hal tersebut dalam acara Penyerahan Simbolis Klaim dan Kartu Peserta 17.078 Nelayan, Perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan Program GNL BPD Bali.

Menurut dia, kegiatan kali ini juga merupakan wujud pelaksanaan Inpres No 2 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

“Kami bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ada perintah bagaimana pekerja di sektor kelautan terlindungi jaminan sosial ketenagerjaan,” ucapnya pada acara yang dilaksanakan di Kantor Asosiasi Tuna Longline Indonesia itu.

KKP, lanjut Zainudin juga telah mengalokasikan anggaran untuk para nelayan dan diperkuat dengan regulasi. “Tugas kami, bagaimana memperbesar perlindungan di sektor informal dan UKM. Informal dimaksud seperti nelayan, petani, dan lain-lain,” ujarnya.

Dia menambahkan, Provinsi Bali yang selama ini menggantungkan sektor pariwisata, maka karena dampak pandemi COVID-19 telah menyebabkan imbas bagi pelaku UMKM. Untuk kepesertaan di Pulau Dewata pada 2019 sebanyak 400 ribu, pun turun menjadi 350 ribu pada 2021.

“Harapan kami, tentu ini (jamsostek) kalau perusahaan ya kewajiban perusahaan. Untuk pekerja yang rentan seperti ini, kita harus kolaborasi. Misalnya BPD Bali CSR-nya, yang lain pemerintah mengalokasikan melalui APBD-nya,” katanya pada acara yang juga dihadiri Deputi Direktur Wilayah BPJAMSOSTEK Banuspa Toto Suharto itu.

Sementara itu, Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan Muhammad Zaini menambahkan, upaya kolaborasi dengan melibatkan berbagai komponen merupakan hal yang terus dikembangkan untuk mengangkat harkat para nelayan.

“Salah satu caranya adalah dengan memberikan asuransi dan jaminan hari tua. Selain asuransi, kami memberdayakan usaha para nelayan melalui pinjaman modal dengan bunga rendah,” katanya.

Pihaknya juga sedang menyusun untuk memberikan jaminan hari tua kepada nelayan, supaya mereka setelah tidak memiliki kemampuan untuk melaut juga masih berpendapatan.

“Ini harus digenjot, nanti disisihkan dari PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) yang dikumpulkan dari pelaku usaha yang besar,” ucapnya.

Terkait dengan asuransi pada nelayan, kata Zaini, sesungguhnya sudah berjalan sejak 2016. Bantuan asuransi ini sifatnya stimulus dan tidak terus-menerus.

“Semua pekerja di sektor kelautan, yaitu nelayan, pembudidaya, pengolah, ABK, itu harus punya asuransi. Dengan demikian, ketika mereka bekerja meninggalkan keluarga, keluarganya bisa dalam kondisi tenang,” katanya.

  • ANTARA

Loading

Comments

Baca Lainnya

Nuansa Alam dan Cita Rasa Rumahan, RM Jabar Resto & Cafe Jadi Destinasi Kuliner di Sinjai

18 April 2026 - 19:56 WITA

Rumah Makan

Road To Pekan Reksa Dana, APRDI dan OJK Perkuat Sosedu Bersama Media di Makassar

17 April 2026 - 20:50 WITA

Gabungan BPR Disetujui, OJK Targetkan Industri Lebih Sehat dan Efisien

16 April 2026 - 09:51 WITA

SPBU di Sinjai Kena Sanksi, Solar Subsidi Dihentikan Sementara: Pertamina Perketat Pengawasan

26 Maret 2026 - 20:44 WITA

bbm subsidi

Ketua MA Resmi Lantik Anggota Dewan Komisioner OJK

26 Maret 2026 - 11:08 WITA

Trending di Ekobis