Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Ekobis

Road To Pekan Reksa Dana, APRDI dan OJK Perkuat Sosedu Bersama Media di Makassar

badge-check

					Sosialisasi Road To Pekan Reksa Dana di Makassar bersama awak media di kantor OJK Sulselbar (dok.) Perbesar

Sosialisasi Road To Pekan Reksa Dana di Makassar bersama awak media di kantor OJK Sulselbar (dok.)

BERITA.NEWS,Makassar- Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar perkuat sosialisasi dan edukasi (Sosedu) Road To Pekan Reksa Dana bersama awak media di Kota Makassar.

Bersama awak media di Makassar, APRDI menggelar Sosedu dengan menghadirkan pemateri andal di bidang investasi di Kantor OJK Sulselbar.

Selain itu, APRDI menyasar mahasiswa sejumlah perguruan tinggi yang telah bekerja sama dengan Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (BEI), yakni Universitas Negeri Makassar, Universitas Atma Jaya Makassar, STIEM Bongaya Makassar, IBK Nitro, dan ITB Nobel Indonesia.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye nasional literasi investasi APRDI melalui program SOSEDU APRDI 2026 dan kampanye #ReksaDanaAja.

Saat ini, Industri reksa dana sendiri menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang 2025. Dana kelolaan (asset under management/AUM) tercatat naik 35,06 persen menjadi Rp679,24 triliun dari Rp502,92 triliun pada akhir 2024.

Secara total, dana kelolaan investasi menembus Rp1.007,65 triliun atau tumbuh 25,19 persen, menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Pertumbuhan ini didorong oleh kinerja reksa dana pendapatan tetap, diikuti pasar uang, reksa dana terproteksi, dan saham. Sementara itu, reksa dana indeks mengalami kontraksi, mencerminkan kecenderungan investor yang masih konservatif hingga moderat.

Dari sisi imbal hasil, reksa dana saham mencatat kinerja tertinggi sebesar 17,23 persen pada 2025, sejalan dengan pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 22,13 persen. Reksa dana campuran mencatat imbal hasil 12,48 persen, pendapatan tetap 6,96 persen, dan pasar uang 3,18 persen.

Jumlah investor juga terus meningkat. Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat jumlah investor mencapai 19,2 juta single investor identification (SID) pada akhir 2025, naik dari 18,6 juta pada 2024. Mayoritas investor berasal dari generasi muda di bawah usia 30 tahun dengan porsi 54,24 persen.

Baca Juga :  Gabungan BPR Disetujui, OJK Targetkan Industri Lebih Sehat dan Efisien

Kepala OJK Sulselbar Moch. Muchlasin menyebut minat investasi masyarakat terus meningkat, termasuk di Sulawesi Selatan yang mencatat 569.610 investor reksa dana hingga Februari 2026.

“Minat masyarakat terhadap investasi terus meningkat, terutama dari generasi muda. Berdasarkan data BPS, penduduk usia 15–34 tahun mencapai sekitar 88,96 juta jiwa, tetapi investor reksa dana usia muda baru sekitar 12,82 persen.

Artinya, ruang peningkatan inklusi investasi masih sangat luas dan perlu didorong secara serius. Karena jika dilihat lebih dalam, potensi tersebut masih sangat besar,” ujar Moch. Muchlasin.

Ia menambahkan, OJK akan meluncurkan program nasional Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana (PINTAR Reksa Dana) pada 27 April 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia.

Muchlasin juga mengingatkan pentingnya edukasi agar masyarakat memahami risiko investasi dan memastikan legalitas produk sebelum berinvestasi.

Selain itu, Moch. Muchlasin juga menyampaikan, penting untuk dipahami bahwa investasi tidak hanya berbicara tentang keuntungan, tetapi juga risiko.

Oleh karena itu, edukasi menjadi kunci utama agar masyarakat dapat berinvestasi secara bijak. Serta juga mengingatkan masyarakat untuk selalu memastikan legalitas produk dan memahami manfaat, risiko hak, dan kewajiban sebelum berinvestasi.

Sementara itu, Dewan Presidium APRDI Marsangap P. Tamba menilai tren positif industri reksa dana harus diikuti dengan penguatan literasi.

“Momentum ini perlu terus dijaga melalui penguatan literasi dan inklusi, terutama di kalangan generasi muda yang kini mendominasi komposisi investor.

Melalui SOSEDU APRDI 2026 dan kampanye #ReksaDanaAja, kami mendorong pendekatan edukasi yang lebih interaktif dan partisipatif agar masyarakat semakin memahami pentingnya investasi yang terencana melalui reksa dana,” ujar Marsangap P. Tamba.

Sebagai bagian dari kampanye, APRDI juga menggelar kompetisi bagi jurnalis dan mahasiswa dengan total hadiah Rp55 juta. Pengumuman pemenang dijadwalkan pada 17 Juni 2026 melalui akun Instagram @ReksaDanaAja.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Gabungan BPR Disetujui, OJK Targetkan Industri Lebih Sehat dan Efisien

16 April 2026 - 09:51 WITA

SPBU di Sinjai Kena Sanksi, Solar Subsidi Dihentikan Sementara: Pertamina Perketat Pengawasan

26 Maret 2026 - 20:44 WITA

bbm subsidi

Ketua MA Resmi Lantik Anggota Dewan Komisioner OJK

26 Maret 2026 - 11:08 WITA

Bagaimana Mekari Jurnal Mendorong Digitalisasi Sistem Keuangan Hingga 100%

25 Maret 2026 - 01:42 WITA

Bagaimana Mekari Jurnal Mendorong Digitalisasi Sistem Keuangan

Jelang Lebaran, Harga Bumbu Dapur di Bulukumba Melejit! Ini Daftar Terbarunya

18 Maret 2026 - 19:03 WITA

harga cabai
Trending di Ekobis