Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Politik

Ketua MPR Yakin NU Makin Solid di Bawah Kepemimpinan Gus Yahya

badge-check

					Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. ANTARA/HO-MPR RI. Perbesar

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. ANTARA/HO-MPR RI.

BERITA.NEWS, Jakarta – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meyakini Nahdlatul Ulama (NU) semakin solid dan besar di bawah kepemimpinan KH Yahya Cholil Staquf karena pengalaman dan rekam jejak yang telah dimilikinya, dalam hal dakwah, organisasi, hingga kenegaraan.

“Rekam jejak KH Yahya Cholil Staquf tidak perlu diragukan. Beliau merupakan putra (alm) KH Cholil Bisri, pengasuh Ponpes Raudlatut Thalibin Rembang. KH Yahya Cholil Staquf juga menjadi santri (alm) KH Ali Maksum di Krapyak, Yogyakarta,” kata Bambang Soesatyo dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (24/12/2021).

Dia menjelaskan, dalam kenegaraan, Gus Yahya pernah menjadi juru bicara Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Karena itu, menurut dia, tidak heran jika Gus Yahya sangat mewarisi jiwa toleransi dan pluralisme Gus Dur.

“Sebagai organisasi Islam terbesar di dunia, dengan jumlah anggota mencapai 79 juta jiwa, NU tidak hanya menjadi kekuatan sosial bagi bangsa Indonesia dalam menjaga persatuan dan kesatuan. NU juga senantiasa menjadi kekuatan sosial dunia dalam menghadirkan Islam yang tasamuh (toleran), tawazun (seimbang/harmoni), tawassuth (moderat), dan ta’adul (keadilan),” ujarnya.

Dia menjelaskan, di tengah situasi dunia yang masih dihantui terorisme, NU telah menjadi “benteng” pertahanan dunia karena selalu dengan tegas menolak terorisme.

Menurut dia, NU juga selalu melawan tindakan teror yang dijalankan atas nama agama apapun dan oleh organisasi apapun.

“NU tidak pernah memberikan ruang bagi paham radikal, sekaligus selalu memberikan pencerahan kepada umat bahwa tindakan teror tidak dibenarkan atas nama agama,” katanya.

Bamsoet menilai salah satu tantangan terbesar lainnya yang harus dijawab NU adalah bagaimana menggaet kalangan muda dan urban perkotaan. Hal itu menurut dia agar basis NU tidak hanya hadir di berbagai desa, melainkan juga bisa menembus hingga “jantung” perkotaan.

  • ANTARA

Loading

Comments

Baca Lainnya

Ikbal, Sosok Muda yang Curi Perhatian di Pencalonan BPD Kareloe Jeneponto

16 April 2026 - 19:54 WITA

calon bpd

Baru Bebas dari Penjara, Nasib Kursi DPRD Kamrianto Menggantung! Ini Kata BK

18 Maret 2026 - 20:02 WITA

kamrianto

Diam-Diam Sambangi Warga, Patudangi Azis Salurkan Sembako di 5 Titik Strategis Bulukumba–Sinjai

15 Maret 2026 - 20:50 WITA

sembako

Data Pemilih Dicek Satu per Satu! Bawaslu Bulukumba Terjunkan 5 Tim ke Lapangan

12 Maret 2026 - 23:00 WITA

data pemilih

Siap-siap! Siswa Madrasah di Bulukumba Bakal Terlibat Langsung Awasi Demokrasi

19 Februari 2026 - 19:20 WITA

mou
Trending di Politik