Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Ekobis

Presiden: Ekonomi Terus Merangkak Naik karena COVID-19 Terkendali

badge-check

					Tangkapan Layar - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam seminar Kompas100 CEO Forum disaksikan di Jakarta, Kamis (18/11/2021). (ANTARA/Indra Arief) Perbesar

Tangkapan Layar - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam seminar Kompas100 CEO Forum disaksikan di Jakarta, Kamis (18/11/2021). (ANTARA/Indra Arief)

BERITA.NEWS, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan berbagai indikator ekonomi domestik seperti penjualan ritel, keyakinan konsumen, hingga industri manufaktur menunjukkan ekonomi Indonesia terus merangkak naik karena terkendalinya kasus COVID-19.

“Kemudian kalau kita lihat, kita bisa kendalikan COVID-19, pegang betul COVID-19, ekonominya Insyaallah akan merangkak naik. Indikator itu sekarang kelihatan,” kata Presiden Jokowi dalam seminar Kompas100 CEO Forum disaksikan di Jakarta, Kamis (18/11/2021).

Presiden merinci hingga Oktober 2021, indeks keyakinan konsumen sudah melompat ke 113,4 atau sama dengan seperti tren sebelum pandemi COVID-19 melanda. Ia meyakini keyakinan konsumen akan terus meningkat ke depannya sehingga memperbaiki konsumsi masyarakat.

Indeks Penjualan Ritel, kata Presiden juga terus menguat dan tumbuh 5,2 persen pada Oktober 2021 karena mobilitas masyarakat mulai pulih sejalan dengan kasus COVID-19 yang mulai mereda. Kemudian, data pembelian atau Purchasing Manager Index (PMI) Manufaktur Indonesia telah meningkat ke 57,2 karena permintaan masyarakat mulai pulih sehingga industri kembali berproduksi.

Baca Juga :  Investor Global Abu Dhabi Ports Group Lirik Potensi Investasi Makassar New Port

“Tak mungkin tidak ada demand (permintaan) dia berproduksi, sehingga kita berada di 57,2. Permintaan tidak hanya dalam negeri tapi juga ekspor,” kata dia seraya menambahkan ekspor telah tumbuh 53 persen dan impor 51 persen per Oktober 2021.

Pemulihan ekonomi meskipun bergulir secara bertahap, kata Presiden, harus dilanjutkan. Upaya penting untuk melanjutkan pemulihan ekonomi adalah dengan keberhasilan mengendalikan COVID-19.

“Kemarin saya lihat ada lima provinsi yang naik (kasus COVID-19), naik sedikit saja, hati-hati ini. Ini harus dikejar, turunkan lagi, kirim tim ke sana,” ujarnya.

Pemerintah Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi pada 2021 mencapai 3,7-4,5 persen (year on year/yoy), setelah di kuartal III 2021 sebesar 3,51 persen (yoy) dan di kuartal II 2021 sebesar 7,07 persen (yoy).

 

Al Ullah Azhar

Loading

Comments

Baca Lainnya

Investor Global Abu Dhabi Ports Group Lirik Potensi Investasi Makassar New Port

23 April 2026 - 11:36 WITA

Nuansa Alam dan Cita Rasa Rumahan, RM Jabar Resto & Cafe Jadi Destinasi Kuliner di Sinjai

18 April 2026 - 19:56 WITA

Rumah Makan

Road To Pekan Reksa Dana, APRDI dan OJK Perkuat Sosedu Bersama Media di Makassar

17 April 2026 - 20:50 WITA

Gabungan BPR Disetujui, OJK Targetkan Industri Lebih Sehat dan Efisien

16 April 2026 - 09:51 WITA

SPBU di Sinjai Kena Sanksi, Solar Subsidi Dihentikan Sementara: Pertamina Perketat Pengawasan

26 Maret 2026 - 20:44 WITA

bbm subsidi
Trending di Ekobis