Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Ribuan Hektar Kebun Jagung Terserang Hama, Dinas Pertanian Jeneponto Minta Bantuan Pemprov

badge-check

					Petani memperlihatkan tanaman dan hama ulat yang menyerang kebun Jagungnya. (BERITA.NEWS/Muh Ilham). Perbesar

Petani memperlihatkan tanaman dan hama ulat yang menyerang kebun Jagungnya. (BERITA.NEWS/Muh Ilham).

BERITA.NEWS, Jeneponto – Dinas Pertanian Kabupaten Jeneponto mencatat ribuan hektar lahan kebun jagung di Kabupaten Jeneponto diserang hama ulat Grayak.

Hama ulat Grayak membuat tanaman jagung para petani menjadi mati. Pasalnya Ulat Grayak tersebut merusak daun tanaman jagung petani hingga menyerang batang jagung.

Dari 35.769 hektar luas lahan yang sudah ditanami jagung oleh para petani, terdapat kurang lebih 1000 hektar luas lahan tanaman jagung yang terserang hama ulat grayak.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Jeneponto, Bambang menyampaikan, kejadian tersebut berdasarkan pengaduan para petani dan hasil pantauan dibeberapa kecamatan yang diperoleh Dinas Pertanian.

“Dari hasil pantauan tahun ini, para petani yang tersebar di beberapa Kecamatan mengalami kerugian fatal dengan munculnya serangan hama ulat grayak tersebut. Para petani merasakan penyakit yang sama,” kata Bambang kepada wartawan, Rabu (15/1/2020).

Beberapa lahan pertanian yang diserang hama tersebut tersebar dibeberapa Kecamatan di Kabupaten Jeneponto yakni Kecamatan Bontoramba, Bangkala, Turatea, Rumbia, Kelara, Tarowang dan Kecamatan Batang.

Menurutnya, salah satu penyebab terjadinya serangan hama ini kerena pengaruh  iklim, yang terkadang hujan turun di musim yang tidak menentu.

Bambang mengatakan, Dinas Pertanian Jeneponto telah melakukan langkah – langkah antisipasi dan pengendalian serta pencegahan serangan ulat Grayak pada tanaman jagung tersebut.

Baca Juga :  HBP ke-62, Rutan Masamba Perkuat Komitmen Pelayanan Prima

“Diantaranya melakukan penyemprotan racun Insektisida dibeberapa Kecamatan yang dianggap perkembangan ulat grayat ini sangat cepat,” kata dia.

Dalam penanganan pengendalian hama tersebut, Dinas Pertanian Jeneponto justru mengalami kendala yakni kurangnya sarana hand sprayer dan pestisida.

Bambang berharap, kepada Pemerintah Dinas Ketahanan Pangan dan TPH Provinsi Sulawesi Selatan untuk segera membantu memfasilitasi alat tersebut.

“Kami sangat mengharapkan kepada Pemerintah Dinas Ketahanan Pangan dan TPH Provinsi Sulawesi Selatan dan Kementerian Pertanian RI, untuk dibantu mempasilitasi alat itu,” harap Bambang.

Salah seorang petani desa Tanammawang, Kecamatan Bontoramba, Muh Rusli mengalami dampak hama ulat Grayak itu. Kata dia, kurang lebih 100 hektar tanaman jagung miliknya diserang hama ulat Grayak.

Dia menjelaskan, jika hama ini dibiarkan akan dipastikan gagal panen tahun ini, serangan ulat grayat ini cukup berbahaya.

Menurutnya, hama penyakit tersebut bermula menyerang tanaman jagung pada umur tiga hari sampai berumur satu minggu.

“Ulat itu mulai menyerang dengan cara memakan daun tanaman jagung. Kemudian lanjut didahannya hingga patah. Saya pak, sudah banyak tanaman jagungku habis daunnya dimakan ulat grayat,” kata dia.

Diapun berharap agar pemerintah segera membantu mengatasi permasalahan ini. “Saya berharap agar hama ini secepatnya ditangani. Barusan ada hama ulat seperti ini, tahun lalu tidak. Bahkan saya sudah dua kali menanam jagung,” harap Rusli.

  • Muh Ilham

Loading

Comments

Baca Lainnya

HBP ke-62, Rutan Masamba Perkuat Komitmen Pelayanan Prima

27 April 2026 - 17:57 WITA

Gerobak Usaha Hasil Pembinaan Ramaikan HBP ke-62 di Rutan Barru

27 April 2026 - 17:40 WITA

Sipropam Polres Maros Ingatkan Personel Bijak Bermedsos

27 April 2026 - 10:10 WITA

Cegah Bentrok Meluas, Polsek Lau Damaikan Dua Kelompok Pemuda di Maros

25 April 2026 - 16:25 WITA

Tak Banyak yang Tahu, Disertasi Ini Bawa Sarianto Raih Doktor UNM

24 April 2026 - 21:25 WITA

Sarianto (Kanan) usai sidang promosi doktor di Universitas Negeri Makassar, Jumat 24 April 2026. Foto: Ist.
Trending di Daerah