BERITA.NEWS, Gowa – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan menggenjot partisipasi pemilih melalui kerjasama antar lembaga pada Pilkada Gowa tahun 2020 mendatang. KPU Gowa akan menggandeng organisasi masyarakat, organisasi agaman, organisasi kepemudaan, organisasi mahasiswa dan organisasi lain yang memiliki interens dengan kepemiluan.
Komisioner KPU Gowa Bidang SDM dan Partisipasi Masyarakat, Nuzul Fitri mengatakan bahwa inovasi itu sebenarnya sudah ada pada genda Pemilu sebelumnya, namun tidak terlalu massif. Harapannya untuk mendongkrak angka partisipasi pemilih tahun 2020 mendatang.

“Lembaga yang jelas secara administrasi kita akan lakukan kerjasama. Anggarannya dibiayai oleh KPU dan program kegiatannya dilakukan oleh lembaga bersangkutan atas koordinasi dengan KPU,” kata Nuzul Fitri. Minggu, 20 Desember 2019.
KPU akan menggunakan semua potensi yang bisa meningkatkan partisipasi pemilih melalui penyebaran informasi tentang kepemiliuan. Dia mencontohkan dengan mahasiswa yang senang dengan orasi, sehingga menfasilitasi panggung orasi berjalan berupa truk terbuka untuk melakukan orasi kepemilian keliling Kabupaten Takalar.
“Misalnya juga melalui komunitas becak motor (Bentor) yang keliling masuk lorong memberikan informasi kepemiluan. Kita branding tentang informasi kepemiluan,” ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga akan kembali mengaktifasi program pasar pemilu. Dimana KPU akan membranding pasar sebagai pusat keramaian. Menurut Nuzul, branding itu terfokus digapuran pasar.
“Misalnya kita branding tentang tahapan dan jadwal Pemilu, tata cara pencoblosan, ajakan ke TPS dan contoh surat suara misalnya,” katanya.
Sementara itu Ketua KPUD Gowa, Muhtar Muis mengungkapkan bahwa inovasi itu akan terus diupgrade berdasarkan kebutuhan masyarakat dan KPU. Bahkan lanjutnya akan menyasar wajib pilih berdasarkan segmentasi pemilih masing-masing.
“Misalnya kita terfokus kepada ibu-ibu rumah tangga. Artinya kita akan menggandeng komunitas perempuan dalam menyebarluaskan informasi kepemiluan,” ungkapnya.
Selain itu, lanjutnya KPU menggagas inovasi open midset. Dimana membuka cakrwala berpikir wajib pilih tentang pentingnya menyalurkan hak pilih. Termasuk tingkat legitimasi hasil Pemilu atas partisipasi masyarakat yang menyalurkan hak pilih.
Inovasi itu, lanjutnya tetap memungkinkan untuk bekerjasama dengan pihak ke tiga. Dia mencontohkan Pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu yang bekerjasama dengan Gojek melakukan penyebarluasan informasi.
“Ini sementara kami konsultasikan. Karena untuk menggunakan pihak ke tiga apalagi dengan membutuhkan pengeluaran biaya, kami harus hati-hati. Kami harus memastikan terlebih dahulu apakah ini dibenarkan regulasi,” tandasnya.
- Putri
![]()





























