Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Politik

Ingin Pemilu Lebih Cepat dan Efisien, KPU Usulkan Dua Poin Penting ke DPR

badge-check

					Ketua KPU, Arif Budiman usai bertemu dengan komisi II DPR RI. (BERITA.NEWS/LIN) Perbesar

Ketua KPU, Arif Budiman usai bertemu dengan komisi II DPR RI. (BERITA.NEWS/LIN)

BERITA.NEWS, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengusulkan dua poin penting untuk menghasilkan Pemilu yang efisien dan cepat di Indonesia.

Dua poin itu sangat urgent dan dinilai bisa mempermudah dan mengurangi anggaran dalam pelaksanaan pilkada.

“Ada beberapa yang akan kita usulkan, sebetulnya ini adalah target jangka panjang untuk pemilu 2024. Tapi ada juga target jangka pendek, untuk pilkada 2020,” ungkap Ketua KPU, Arief Budiman saat ditemui di DPR, Rabu (20/11/2019).

Adapun dua poin tersebut, yakni pertama memutuskan bahwa e-rekap itu dijadikan sebagai hasil resmi pemilu. E-rekap ini akan lebih mudah untuk mengetahui hasil pemilu.

“Kalau e-rekap digunakan, maka pemilu akan menjadi efektif efesien. Tidak perlu menunggu terlalu lama, 35 hari, dan seterusnya. Pemilu jadi lebih hemat, karena tidak perlu lagi rekap di kecamatan yang lama itu, rekap di kabupaten, rekap di Provinsi untuk pemilihan Gubernur dan lainnya,” tambah Arif.

Sementara yang kedua, tidak lagi memberikan salinan C1 dalam bentuk copy manual, tapi diperkenankan dalam bentuk digital. Salinan ini akan memangkas kinerja kpps dan kerjanya pun akan lebih cepat dan mudah.

“Kemudian, salinan digital. Tadi disebutkan kenapa banyak orang meninggal dunia, itu kan karena faktor kelelahan. Selain karena memang ada hasil, kajian dan penelitian, ada beberapa yang memang sudah memanas sakit bawaan,” terangnya.

“Maka salinan digital itu akan memangkas tugas kpps yang harus mengisi berlembar lembar salinan itu. Terutama untuk Pileg. Kalu untuk Pilpres dan pilkada, sebetulnya tidak terlalu banyak,” ujarnya.

Kendati demikian, Arif menjelaskan ini baru sekedar usulan dari KPU yang disampaikan kepada DPR RI. “Itu sekedar usulan kami untuk Pilkada 2020 dan juga 2024,” tutup Arif.

Muhammad Srahlin

Loading

Comments

Baca Lainnya

Ikbal, Sosok Muda yang Curi Perhatian di Pencalonan BPD Kareloe Jeneponto

16 April 2026 - 19:54 WITA

calon bpd

Baru Bebas dari Penjara, Nasib Kursi DPRD Kamrianto Menggantung! Ini Kata BK

18 Maret 2026 - 20:02 WITA

kamrianto

Diam-Diam Sambangi Warga, Patudangi Azis Salurkan Sembako di 5 Titik Strategis Bulukumba–Sinjai

15 Maret 2026 - 20:50 WITA

sembako

Data Pemilih Dicek Satu per Satu! Bawaslu Bulukumba Terjunkan 5 Tim ke Lapangan

12 Maret 2026 - 23:00 WITA

data pemilih

Siap-siap! Siswa Madrasah di Bulukumba Bakal Terlibat Langsung Awasi Demokrasi

19 Februari 2026 - 19:20 WITA

mou
Trending di Politik