BERITA.NEWS, Sinjai — Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Sinjai, dalam beberapa hari terakhir memicu keluhan warga.
Pengendara bahkan harus menunggu hingga berjam-jam dan berpanas-panasan demi mendapatkan bahan bakar. Seperti yang terlihat di salah satu SPBU di Kecamatan Sinjai Timur.

Antrean kendaraan mengular hingga ke badan jalan, dengan puluhan mobil dan sepeda motor berjejer, menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi menjadi padat.
Sejumlah warga menyebut antrean ini sebenarnya sudah terjadi sejak periode Lebaran. Namun, situasi semakin memburuk seiring meningkatnya mobilitas masyarakat, khususnya saat arus balik.
Selain lonjakan jumlah kendaraan yang mengisi BBM secara bersamaan, beredarnya isu kelangkaan bahan bakar turut memperparah kondisi.
Kekhawatiran warga membuat sebagian pengendara memilih mengisi BBM dalam jumlah lebih banyak dari biasanya.
Di sisi lain, aktivitas pembelian BBM menggunakan jeriken juga menjadi sorotan. Praktik ini dinilai memperlambat antrean kendaraan yang sudah panjang.
Salah satu pengendara, Muhsin, mengaku terpaksa membatalkan pengisian BBM karena tidak sanggup menunggu terlalu lama.
Ia menilai pengisian menggunakan jeriken seharusnya tidak diprioritaskan saat antrean padat.
“Kami sudah antre lama, panas-panasan. Seharusnya kendaraan yang didahulukan, bukan jeriken,” ujarnya.
Muhsin juga menyebut stok BBM sebenarnya masih tersedia, namun jumlahnya terbatas sehingga tidak mampu mengimbangi tingginya permintaan dalam waktu bersamaan.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Nurhayati. Ia mengaku antrean panjang membuat aktivitasnya terganggu, bahkan berpotensi terlambat bekerja.
“Saya mulai bekerja pukul 8 pagi. Kalau harus antre lama, otomatis saya terlambat. Sementara kendaraan yang saya pakai juga butuh BBM,” keluhnya.
Hingga saat ini, antrean panjang masih terjadi di sejumlah SPBU di Sinjai. Warga berharap adanya penambahan pasokan BBM serta pengaturan distribusi yang lebih tertib.
Selain itu, pengendara juga meminta adanya prioritas pengisian bagi kendaraan, agar antrean dapat lebih cepat terurai dan aktivitas masyarakat tidak terus terganggu.
Penulis: Thatang
![]()





























