Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Ekobis

Transparan dan Sesuai Syariah, Bank Aceh Fokus Dorong UMKM dan Ekonomi Rakyat

badge-check

					Rapat Kerja Bank Aceh. (Foto: Istimewa) Perbesar

Rapat Kerja Bank Aceh. (Foto: Istimewa)

BERITA.NEWS, Banda Aceh – Bank Aceh menegaskan komitmennya dalam membangun perekonomian daerah melalui pengelolaan dana yang transparan, sesuai ketentuan regulasi, dan berlandaskan prinsip syariah.

Sekretaris Perusahaan Bank Aceh, Abdul Rafur, menyampaikan bahwa penempatan dana yang dilakukan tidak hanya untuk menjaga stabilitas likuiditas, tetapi juga menjadi strategi investasi yang mampu mendukung pendapatan sekaligus memperkuat struktur keuangan Aceh.

“Penempatan dana pada surat berharga merupakan strategi pengelolaan likuiditas yang lazim dilakukan oleh perbankan. Namun, penyaluran pembiayaan tetap menjadi fokus utama kami dalam membangun struktur ekonomi Aceh yang kuat sekaligus menjalankan fungsi intermediasi,” ujar Abdul Rafur, Kamis (18/9/2025).

Strategi Pengelolaan Dana

Bank Aceh mengelola likuiditas dengan mengacu pada regulasi, termasuk PADG No. 24/8/PADG/2022 tentang Giro Wajib Minimum, PADG No. 7/2025 tentang Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial, hingga aturan operasi moneter Bank Indonesia.

Adapun strategi penempatan dana meliputi Fasbis di Bank Indonesia (Rp2,65 triliun), investasi SBSN di Kementerian Keuangan (Rp2,91 triliun), SIMA di BPD Syariah (Rp1,1 triliun), serta diversifikasi ke Sukuk Korporasi (Rp290 miliar) dan Reksadana (Rp100 miliar).

“Seluruh kegiatan ini tidak hanya memenuhi ketentuan regulator, tetapi juga memastikan prinsip syariah tetap terjaga,” tambah Abdul Rafur.

Pertumbuhan Pembiayaan Positif

Selain itu, Bank Aceh juga mencatat pertumbuhan pembiayaan yang positif. Hingga triwulan IV tahun 2024, total pembiayaan mencapai Rp20,4 triliun atau tumbuh 9,19% dibandingkan tahun sebelumnya senilai Rp18,7 triliun.

Jika dibandingkan dengan total aset senilai Rp31,9 triliun, komposisi pembiayaan tercatat sebesar 63,88%.

Fokus pada UMKM dan Ekonomi Rakyat

Bank Aceh juga aktif mendorong sektor riil, khususnya UMKM, dengan program pendampingan usaha, optimalisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta menjalin kerja sama dengan koperasi, BPRS, dan lembaga keuangan syariah lainnya.

“Ini merupakan wujud nyata kami untuk terus berkomitmen memberikan kontribusi kepada masyarakat. Melalui pembiayaan produktif, kami berharap roda perekonomian Aceh dapat terus bergerak maju,” tutup Abdul Rafur.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Nuansa Alam dan Cita Rasa Rumahan, RM Jabar Resto & Cafe Jadi Destinasi Kuliner di Sinjai

18 April 2026 - 19:56 WITA

Rumah Makan

Road To Pekan Reksa Dana, APRDI dan OJK Perkuat Sosedu Bersama Media di Makassar

17 April 2026 - 20:50 WITA

Gabungan BPR Disetujui, OJK Targetkan Industri Lebih Sehat dan Efisien

16 April 2026 - 09:51 WITA

SPBU di Sinjai Kena Sanksi, Solar Subsidi Dihentikan Sementara: Pertamina Perketat Pengawasan

26 Maret 2026 - 20:44 WITA

bbm subsidi

Ketua MA Resmi Lantik Anggota Dewan Komisioner OJK

26 Maret 2026 - 11:08 WITA

Trending di Ekobis