Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Terkait Pengukuran Lahan Bendungan Jenelata, Camat dan Kades Diminta Informatif

badge-check

					Terkait Pengukuran Lahan Bendungan Jenelata, Camat dan Kades Diminta Informatif Perbesar

BERITA.NEWS, Gowa – Rencana pembangunan Bendungan Jenelata di Kecamatan Manuju masuk dalam tahap pengukuran lahan. Ada dua desa yang akan menjadi lokasi pembangunan bendungan yakni Desa Tanakareng dan Desa Moncong Loe.

Pemerintah kecamatan melalui camat hingga pemerintah desa melalui kepala desa pun diminta terus memberikan informasi dan pemahaman. Termasuk melakukan pendekatan kepada masyarakat terkait rencana pengukuran lahan tersebut.

Hal ini lantaran adanya 14 kepala Keluarga (KK) di Desa Tanakaraeng yang saat ini menolak untuk dilakukan pengukuran.

“Kita berharap agar proses pengukuran tanah tetap berjalan sesuai dengan perencanaan awal. Makanya kita minta camat dan kades terus melakukan pendekatan kepada beberapa masyarakat yang menolak tanahnya diukur,” terang Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Gowa, Abdullah Sirajuddin usai mengecek progres Pembangunan Bendungan Jenelata di Kecamatan Manuju, Senin (6/7/2020).

Dalam kegiatan ini pihaknya turun langsung ersama Kepala BidangPengadaan Tanah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Gowa, Abu Bakar.

Ia mengungkapkan, terkait adanya masyarakat yang protes karena mengaku tidak dilibatkan dalam proses sosialisasi pengadaan lahan Bendungan Jenelata, dirinya menyebutkan hal tersebut adalah keliru.

“Kami perlu luruskan dulu bahwa seluruh masyarakat ini pada saat sosialisasi beberapa kali ikut hadir dalam sosialisas tersebut. Bahkan salah satu warga yang menolak diukur lokasinya itu, dia ikut bertanya di dalam sosialisasi tersebut dan kalau alasan tidak tahu, saya yakin itu hal yang mustahil karena mereka-mereka hadir pada saat sosialisasi,” jelasnya.

Baca Juga :  Sinergi Lingkungan, Polres Maros Tanam Pohon dan Tebar Ribuan Benih Ikan

Pihaknya pun berupaya untuk mencarikan solusi yang terbaik agar rencana pembangunan Bendungan Jenelata dapat berjalan sesuai target.

“Kita carikan apa yang menjadi keinginan para pihak yang tidak mau diukur lokasinya. karena di sana sudah ada patok-patok objek. Kita berharap 14 KK ini bisa segera dilakukan pengukuran karena menurut informasi objek tersebut ada di bawah bendungan yang nantinya akan dilakukan kegiatan-kegiatan,” tambahnya.

Bang Doel sapaan Abdullah Sirajuddin mengatakan, proses pengukuran lahan Bendungan Jenelata berlangsung dengan cepat. Bahkan menurutnya sudah melampaui target bidang dari perencanaan.

“Hari ini kita berada di lokasi pengukuran dan capaian bidang yang sudah diukur ini melampaui target dan Insya Allah hari ini terakhir di Desa Tanakaraeng, besok kita akan bergerak ke desa Moncong Loe lagi,” ujarnya.

Di tempat yang sama PPK Pengadaan Tanah SNVT Pembangunan Bendungan, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, Muh Ikhsan Hatta mengatakan pada tahap ini ada sekitar 500 bidang tanah akan diukur.

Dari sekitar 500 bidang tanah yang ditargetkan, sekitar 286 bidang yang telah selesai pada tahap pengukuran khusus di Desa Tanakaraeng. Tahap pengukuran selanjutnya akan dilakukan di Desa Moncong Loe.

“Sekarang 286 bidang untuk satu desa yaitu Desa Tanakaraeng. Karena inventarisasi awal sidang melenceng jauh dari perencanaan semula yang inventarisasi awalnya Desa Tanakaraeng ini hanya 172 Bidang. Tahu-tahunya banyak bidang yang dipecah-pecah tapi luasan tetap sama,” jelasnya.

Ditambahkannya bahwa berdasarkan penentuan lokasi yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, total bidang tanah yang akan masuk dalam pembebasan lahan Bendungan Jenelata yaitu 3.004 bidang dengan luas 1.722.28. hektare (Ha).

  • Putri

Loading

Comments

Baca Lainnya

Cegah Bentrok Meluas, Polsek Lau Damaikan Dua Kelompok Pemuda di Maros

25 April 2026 - 16:25 WITA

Tak Banyak yang Tahu, Disertasi Ini Bawa Sarianto Raih Doktor UNM

24 April 2026 - 21:25 WITA

Sarianto (Kanan) usai sidang promosi doktor di Universitas Negeri Makassar, Jumat 24 April 2026. Foto: Ist.

Sinergi Lingkungan, Polres Maros Tanam Pohon dan Tebar Ribuan Benih Ikan

24 April 2026 - 09:37 WITA

Rutan Masamba Berbenah, Disiplin Pegawai Diperketat Pengamanan Makin Solid

23 April 2026 - 19:45 WITA

PT Pegadaian Peduli Bantu Pembangunan Masjid Nurul Yaqin di Jeneponto

22 April 2026 - 15:26 WITA

Trending di Daerah