Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

News

Sebut Dua Pengusaha Minta Proyek, Jumras Blak-blakan Sidang Hak Angket Dewan

badge-check

					Hak Angket Dewan Hadirkan Mantan Kepala Biro Pembangunan Setda Sulsel Jumras.(Berita.news/KH). Perbesar

Hak Angket Dewan Hadirkan Mantan Kepala Biro Pembangunan Setda Sulsel Jumras.(Berita.news/KH).

BERITA.NEWS, Makassar – Mantan Kepala Biro Pembangunan Setda Sulsel Jumras blak-blakan soal alasan pencopotan dirinya oleh Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dalam sidang Hak Angket Dewan di Gedung Tower DPRD Sulsel. 

Jumras mengatakan, dirinya tidak pernah menyangka akan dicopot dari jabatannya secara tidak hormat oleh Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. Bahkan, dirinya tidak pernah di beritahukan lebih dahulu akan di non job kan.

“Saya tidak pernah menyangka, tidak pernah di konfirmasi, langsung dikasi SK. Hari Minggu 20 an Di rumah jabatan Gubernur. Begitu, saya datang langsung dikasi tahu: anda dicopot,” ucap Jumras dalam kesaksiannya.

Disebutnya, ada beberapa orang yang ikut menyaksikan pencopotan dirinya di Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur. Yaitu. Ketua TGUPP Prof Yusran, Jayadinas dan Asri Sahrun Said yang saat ini menjabat Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel.

Baca Juga :  Iran Gulung 35 Orang Jaringan Mata-mata Mossad di Enam Provinsi

“Saya Datang sendiri, pagi 7.30 diterima jam 9 pagi. Diruangan pak gubernur yang terima tamu. Saya diberitahu malamnya oleh ajudan pak gubernur untuk hadir, begtu saya masuk langsung di bilang anda dicopot karena menerima fee,” ungkapnya.

Meski demikian, Jumras membantah menerima fee yang dituduhkan Nurdin Abdullah. Malahan, kata Mantan Kadis Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel itu dirinyalah yang tolak pemberian uang Rp.200 juta memuluskan tender dua orang pengusaha yang disebut tim pemenangan Prof Andalan.

“Kalau itu alasannya, berarti saya di fitnah. Ada. Katanya ada tertulis bahwa saya meminta fee. Saya bilang siapa? diambil lah surat ada dua pengusaha, Anggu Sucipto dan Feri Tandiari. Saya ditunjuk meminta fee. Saya tidak pernah memintanya itu,” ucapnya.

“Tapi beliau (pak gubernur) tidak mau mendengar alasan saya. Dia bilang pokoknya saya harus di copot. Saya terima, Jadi saya katakan Saya tidak mampu, begitu banyak presur saya hadapi. Saya langsung tinggalkan tempat itu,” bebernya.

  • KH

Loading

Comments

Baca Lainnya

Tuduh AS Ingkari Komitmen Negosiasi, Iran Tutup Kembali Selat Hormuz

18 April 2026 - 19:12 WITA

Iran Buka Kembali Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Komersial Kembali Normal

18 April 2026 - 08:32 WITA

Bikin Resah, Aliansi Keluarga Petani Indonesia Laporkan Feri Amsari ke Polda Metro Jaya

17 April 2026 - 19:45 WITA

Iran Gulung 35 Orang Jaringan Mata-mata Mossad di Enam Provinsi

17 April 2026 - 05:24 WITA

China Turun Tangan, Dorong Dialog AS-Iran Redam Konflik Timur Tengah

16 April 2026 - 10:20 WITA

Trending di News