Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

News

China Turun Tangan, Dorong Dialog AS-Iran Redam Konflik Timur Tengah

badge-check

					Kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke USS Frank E Peterson yang dihalau Iran di Selat Hormuz pada Sabtu (11/4/2026). - (Dok US Navy) Perbesar

Kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke USS Frank E Peterson yang dihalau Iran di Selat Hormuz pada Sabtu (11/4/2026). - (Dok US Navy)

BERITA.NEWS, Beijing – Pemerintah China menyatakan dukungan terhadap rencana Amerika Serikat untuk melanjutkan perundingan dengan Iran guna meredakan konflik di kawasan Timur Tengah. Beijing menilai upaya diplomasi menjadi kunci utama dalam menghentikan eskalasi yang berpotensi meluas.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menegaskan bahwa pihaknya menyambut setiap langkah yang dapat membuka jalan menuju perdamaian. Ia juga mengapresiasi peran Pakistan dalam memfasilitasi gencatan senjata sementara antara Washington dan Teheran.

“Semua inisiatif yang mendukung penghentian konflik patut didukung, termasuk upaya mediasi yang dilakukan secara adil dan seimbang,” ujar Guo dalam konferensi pers di Beijing, Rabu (15/4/2026) waktu setempat.

Dalam kesempatan terpisah, Presiden Xi Jinping disebut telah menyampaikan empat prinsip utama untuk menjaga stabilitas kawasan saat bertemu Putra Mahkota Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan dari Uni Emirat Arab.

Keempat prinsip tersebut mencakup pentingnya hidup berdampingan secara damai, penghormatan terhadap kedaulatan negara, penegakan hukum internasional, serta keseimbangan antara pembangunan dan keamanan.

Menurut Guo, pendekatan tersebut mencerminkan konsistensi sikap China dalam mendorong gencatan senjata dan dialog sebagai solusi utama menyelesaikan konflik. Beijing juga menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan komunitas internasional demi memulihkan stabilitas kawasan secepat mungkin.

Baca Juga :  Iran Gulung 35 Orang Jaringan Mata-mata Mossad di Enam Provinsi

Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah serangan yang dilancarkan AS bersama Israel terhadap sejumlah target di Iran pada akhir Februari lalu. Serangan tersebut memicu balasan dari Teheran yang menyasar wilayah Israel serta fasilitas militer AS di kawasan.

Upaya perundingan sempat dilakukan di Islamabad pada 11 April 2026, namun tidak membuahkan hasil. Delegasi AS yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance dilaporkan kembali tanpa kesepakatan.

Situasi semakin memanas setelah Presiden Donald Trump mengumumkan kebijakan blokade terhadap Selat Hormuz, salah satu jalur vital perdagangan energi dunia. Kebijakan tersebut mulai diberlakukan pada 13 April 2026.

Meski demikian, peluang diplomasi belum sepenuhnya tertutup. Trump menyatakan bahwa putaran lanjutan negosiasi dengan Iran berpotensi kembali digelar dalam waktu dekat di Pakistan.

Ia menegaskan bahwa pemerintahannya menginginkan kesepakatan besar yang mencakup normalisasi hubungan ekonomi, dengan syarat Iran menunjukkan sikap sebagai negara yang patuh pada norma internasional.

Perkembangan ini menempatkan jalur diplomasi sebagai harapan terakhir untuk mencegah konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Iran Gulung 35 Orang Jaringan Mata-mata Mossad di Enam Provinsi

17 April 2026 - 05:24 WITA

Blokade Memanas, Negara Teluk Desak AS Buka Jalur Diplomasi

15 April 2026 - 08:20 WITA

Ngopi Bareng Warga, Kapolrestabes Makassar Serap Aspirasi dan Perkuat Kamtibmas di Tallo

14 April 2026 - 12:07 WITA

Ditekan Iran di Selat Hormuz, Dua Kapal Perang AS Mundur

14 April 2026 - 07:20 WITA

Dukung WFH Efisiensi Energi Percepatan Transformasi Tata Kelola Pemerintahan, Taruna Ikrar: Birokrasi BPOM Harus Efisien, Adaptif, dan Berdaya Saing Global

13 April 2026 - 19:38 WITA

Trending di News