Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

News

Ditekan Iran di Selat Hormuz, Dua Kapal Perang AS Mundur

badge-check

					Kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke USS Frank E Peterson yang dihalau Iran di Selat Hormuz pada Sabtu (11/4/2026). - (Dok US Navy) Perbesar

Kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke USS Frank E Peterson yang dihalau Iran di Selat Hormuz pada Sabtu (11/4/2026). - (Dok US Navy)

BERITA.NEWS, Teheran – Militer Iran mengklaim berhasil menggagalkan upaya dua kapal perusak Amerika Serikat melintasi Selat Hormuz dalam sebuah insiden yang disebut terjadi pada Sabtu lalu.

Kejadian ini disebut-sebut berlangsung beriringan dengan momentum perundingan antara Iran dan AS di Islamabad, Pakistan.

Media pemerintah Iran, Senin (13/4/2026) waktu setempat, melaporkan bahwa dua kapal perang Angkatan Laut AS, yakni dan , mencoba memasuki jalur strategis menuju Teluk Persia melalui Selat Hormuz. Namun, upaya tersebut diklaim berhasil dideteksi dan dihentikan oleh pasukan Angkatan Laut Iran, termasuk unit (IRGC).

Menurut laporan tersebut, kapal-kapal AS disebut telah berada dalam kondisi berisiko tinggi setelah sistem pertahanan Iran mengunci target menggunakan rudal jelajah serta mengerahkan drone pengintai.

Iran mengklaim kapal-kapal tersebut diberi ultimatum untuk berbalik arah dalam waktu 30 menit atau menghadapi kemungkinan serangan.

Dalam laporan investigatifnya, Press TV juga menyebut bahwa kapal perang AS diduga menggunakan taktik peperangan elektronik, termasuk memalsukan identitas sebagai kapal komersial yang berbendera Oman.

Baca Juga :  Blokade Memanas, Negara Teluk Desak AS Buka Jalur Diplomasi

Selain itu, rute pelayaran yang dipilih disebut berada di perairan dangkal dekat garis pantai untuk menghindari deteksi.

Namun, patroli laut IRGC yang beroperasi di sekitar wilayah Fujairah disebut mampu mengidentifikasi manuver tersebut dengan cepat.

Salah satu kapal perusak, USS Frank E. Petersen Jr., dikabarkan sempat mencoba melanjutkan perjalanan sebelum akhirnya menghentikan pergerakan setelah sistem radar Iran mengunci posisinya dan drone terdeteksi terbang di atas armada.

Komunikasi melalui kanal maritim internasional juga disebut berlangsung, di mana pihak Iran memberikan peringatan tegas agar kapal-kapal tersebut segera meninggalkan wilayah.

Laporan itu menyebutkan bahwa setelah peringatan terakhir, kapal-kapal AS akhirnya mematuhi instruksi dan mundur dari kawasan tersebut.

Meski demikian, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak militer Amerika Serikat terkait insiden tersebut.

Situasi ini menambah ketegangan di kawasan Teluk, yang selama ini menjadi jalur vital perdagangan energi dunia sekaligus titik sensitif dalam dinamika geopolitik internasional.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Iran Gulung 35 Orang Jaringan Mata-mata Mossad di Enam Provinsi

17 April 2026 - 05:24 WITA

China Turun Tangan, Dorong Dialog AS-Iran Redam Konflik Timur Tengah

16 April 2026 - 10:20 WITA

Blokade Memanas, Negara Teluk Desak AS Buka Jalur Diplomasi

15 April 2026 - 08:20 WITA

Ngopi Bareng Warga, Kapolrestabes Makassar Serap Aspirasi dan Perkuat Kamtibmas di Tallo

14 April 2026 - 12:07 WITA

Dukung WFH Efisiensi Energi Percepatan Transformasi Tata Kelola Pemerintahan, Taruna Ikrar: Birokrasi BPOM Harus Efisien, Adaptif, dan Berdaya Saing Global

13 April 2026 - 19:38 WITA

Trending di News