BERITA.NEWS, Teheran – Otoritas keamanan Iran mengumumkan keberhasilan membongkar jaringan separatis yang beroperasi di enam provinsi dan diduga memiliki keterkaitan dengan badan intelijen asing, termasuk Mossad.
Kementerian Intelijen Iran menyatakan bahwa operasi tersebut menghasilkan penangkapan puluhan orang yang diduga terlibat dalam aktivitas terorisme dan penyelundupan senjata. Sedikitnya 35 orang diamankan dalam operasi ini, yang terdiri dari elemen separatis, teroris, hingga pelaku perdagangan senjata ilegal.

Laporan yang disiarkan kantor berita Tasnim, yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), menyebutkan bahwa salah satu tersangka utama merupakan pendiri sekaligus pemimpin kelompok yang dituduh memiliki hubungan dengan pihak yang disebut sebagai “Zionis”.
Kelompok tersebut diduga memiliki agenda memisahkan diri dari Provinsi Khuzestan. Selain itu, mereka juga dikaitkan dengan sejumlah aksi kekerasan, termasuk pembunuhan dan serangan bom di berbagai wilayah.
Disebutkan pula bahwa beberapa korban dari aksi kelompok ini berasal dari kalangan aparat keamanan, termasuk petugas intelijen serta anggota paramiliter Basij yang berada di bawah naungan IRGC.
Sementara itu, kantor berita semi-resmi Iranian Students’ News Agency (ISNA), Kamis (16/4/2026) waktu setempat, melaporkan bahwa pemimpin kelompok tersebut berhasil ditangkap di Provinsi Isfahan.
Hingga kini, pihak berwenang Iran masih terus melakukan pengembangan kasus guna mengungkap jaringan yang lebih luas serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam aktivitas tersebut.
![]()



























