Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

RSKD Dadi Sulsel Menuju 2022;  Ubah Stigma dan Fokus Tingkatkan Pelayanan

badge-check

					RSKD Dadi Sulsel Menuju 2022;  Ubah Stigma dan Fokus Tingkatkan Pelayanan Perbesar

Direktur RSKD Dadi Provinsi Sulsel dr Arman Bausat Sp B. Sp OT

BERITA.NEWS, Makassar – Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) terus berbenah. Menuju tahun 2022, berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat serta mengubah stigma masyarakat sebagai rumah sakit Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)

Direktur RSKD Dadi Provinsi Sulsel dr Arman Bausat Sp B. Sp OT mengatakan, untuk memajukan RSKD Dadi, pihaknya akan berupaya dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga kesehatan dan seluruh petugas yang ada. Dengan begitu, masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan akan lebih nyaman, aman, dan puas.

Direktur RSKD Dadi Sulsel, dr Arman Bausat bersama jajarannya.

“Tahun 2022 kami berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan. Peningkatan pelayanan tersebut tidak hanya pada pelayanan pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tapi pasien non-ODGJ atau pasien umum,” ujar Plt Kadis Kesehatan Sulsel ini, Senin (27/12/2021)

dr Arman juga bertekad menghilangkan stigma yang selama ini ada di masyarakat bahwa RSKD Dadi Provinsi Sulsel adalah RS orang gangguan jiwa. “Stigma ini yang harus dihilangkan karena RSKD Dadi Provinsi Sulsel merupakan RS yang juga melayani pasien non-ODGJ. Olehnya itu pada tahun 2022 kami fokus pada pelayanan dan pembenahan sarana dan prasarana,” ungkap dokter spesialis ortopedi ini.

Lebih jauh, dr Arman mengatakan pada tahun 2020 hingga 2021, dirinya terus melakukan pembenahan sarana prasarana dan infrastruktur. Ia menyebutkan RSKD Dadi Provinsi Sulsel saat ini telah memiliki gedung yang sangat memadai dan sangat mendukung. Pembenahan mulai dari sarana prasarana, sehingga RSKD Dadi Provinsi Sulsel mulai bangkit dan melayani pasien non-ODGJ,” jelas dr Arman.

Ia mengaku langkah yang telah dirinya lakukan secara perlahan stigma di masyarakat sudah mulai hilang. Buktinya pada awal pandemi Covid-19 hingga puncak pandemi Covid-19. RSKD Dadi Provinsi Sulsel merawat pasien Covid-19 cukup banyak.

”Sebelum saya menjabat sebagai direktur di sini, semuanya belum tertata baik rumah sakitnya maupun manajemennya, semua alakadarnya. Olehnya langkah pertama saya ambil adalah meminta bantuan untuk memperbaiki sarana prasarana,” ucap dr Arman.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Cegah Bentrok Meluas, Polsek Lau Damaikan Dua Kelompok Pemuda di Maros

25 April 2026 - 16:25 WITA

Tak Banyak yang Tahu, Disertasi Ini Bawa Sarianto Raih Doktor UNM

24 April 2026 - 21:25 WITA

Sarianto (Kanan) usai sidang promosi doktor di Universitas Negeri Makassar, Jumat 24 April 2026. Foto: Ist.

Sinergi Lingkungan, Polres Maros Tanam Pohon dan Tebar Ribuan Benih Ikan

24 April 2026 - 09:37 WITA

Rutan Masamba Berbenah, Disiplin Pegawai Diperketat Pengamanan Makin Solid

23 April 2026 - 19:45 WITA

SPMB Sulsel 2026, Disdik Berlakukan Jalur Domisili Radius Zona 1 dan 2

23 April 2026 - 17:56 WITA

Trending di Pemprov Sulsel