Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Resahkan Petani di Sulteng, Senator ART Minta Aparat Tindaki Mafia Pupuk

badge-check

					Resahkan Petani di Sulteng, Senator ART Minta Aparat Tindaki Mafia Pupuk Perbesar

Anggota DPD RI Abdul Rachman Thaha (ART) saat melakukan reses di dapilnya (IST)

BERITA.NEWS, Palu –  Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Abdul Rachman Thaha (ART) meminta aparat hukum di kepolisian dan kejaksaan untuk segera menindaki mafia pupuk lantaran sangat meresahkan petani di Sulawesi Tengah.

Keresahan para petani disaksikan langsung senator asal Sulteng ini saat melakukan reses.

“Saya melakukan rangkaian reses di duna daerah pemilihan saya, ada beberapa catatan aspirasi yang masyarakat keluhkan terutama persoalan pupuk yang begitu sulit didapatkan oleh masyarakat petani dan perkebunan, keluhan mereka bahwa begitu sulitnya mendapatkan pupuk hari ini, mereka dapat tapi dibatasi jatahnya bahkan kadang tidak dapat,” beber ART, Sabtu (8/1/2022).

Penyebab kelangkaan pupuk di lapangan lantaran adanya praktek mafia pupuk yang mencari keuntungan semata tanpa mengindahkan nasib petani yang telah berkontribusi di sektor pertanian dan perkebunan saat pandemi ini.

“Kata masyarakat warga Kabupaten Buol dan Kabupaten Toli-toli, proses distribusi pupuk yang begitu sulit dan berbelit-belit hari ini yang semua diatur oleh kelompok tani jatahnya mereka bahkan kadang kelompok tani itu tidak dapat jatah juga, padahal kita mengetahui bahwa masyarakat negeri kita pada umumnya petani dan pekebun yang begitu sangat berharap dengan kehadiran mudahnya mereka mendapatkan pupuk, karena dari hasil pertanian dan perkebunan masyarakat kita bisa menopang kehidupan mereka bahkan yang memberikan konstribusi kepada negara juga adalah sektor pertanian dan perkebunan,” jelas ART.

Baca Juga :  Tak Banyak yang Tahu, Disertasi Ini Bawa Sarianto Raih Doktor UNM

Untuk itu, senator muda yang dikenal vokal ini akan terus memperjuangkan nasib petani.

“Saya meminta kepada jajaran penegak hukum kejaksaan dan kepolisian untuk menelusuri persoalan kelangkaan pupuk hari ini, ada apa sebenarnya? Sampai kelangkaan pupuk hari ini yang begitu sulit di dapatkan sehingga meresahkan masyarakat petani dan perkebunan,” tandasnya.

Dengan adanya keluhan petani ini, ART mendesak penegak hukum membongkar jaringan mafia pupuk ini dan menyeretnya ke ranah hukum.

“Pihak kejaksaan jangan hanya melakukan operasi intelejen kelangkaan pupuk, begitu pun pihak kepolisian, harus melakukan sebuah tindakan penegakan hukum untuk membongkar para mafia pupuk ini, yang begitu membuat menjerit masyarakat petani dan kebun,” harap ART.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Cegah Bentrok Meluas, Polsek Lau Damaikan Dua Kelompok Pemuda di Maros

25 April 2026 - 16:25 WITA

Tak Banyak yang Tahu, Disertasi Ini Bawa Sarianto Raih Doktor UNM

24 April 2026 - 21:25 WITA

Sarianto (Kanan) usai sidang promosi doktor di Universitas Negeri Makassar, Jumat 24 April 2026. Foto: Ist.

Sinergi Lingkungan, Polres Maros Tanam Pohon dan Tebar Ribuan Benih Ikan

24 April 2026 - 09:37 WITA

Rutan Masamba Berbenah, Disiplin Pegawai Diperketat Pengamanan Makin Solid

23 April 2026 - 19:45 WITA

PT Pegadaian Peduli Bantu Pembangunan Masjid Nurul Yaqin di Jeneponto

22 April 2026 - 15:26 WITA

Trending di Daerah