BERITA.NEWS, Bulukumba — Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf akan memberikan reward jalan-jalan ke Bali bagi kepala desa yang berhasil merealisasikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) 100 persen.
Sementara kepala desa dengan capaian di bawah 50 persen harus rela difoto dengan salam jari kelingking sebagai simbol capaian rendah.

Pengumuman ini disampaikan Bupati yang akrab disapa Andi Utta saat launching Inovasi Digital Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bulukumba di Lantai 4 Gedung Pinisi, Kamis 18 Desember 2025.
“Insya Allah kita beri reward ke Bali untuk kepala desa yang berhasil merealisasikan PBB secara maksimal 100 persen,” ucapnya disambut tepuk tangan riuh hadirin.
Saat ini sudah ada enam desa yang berhasil mencapai realisasi PBB 100 persen, yakni Desa Barombong (Gantarang), Tamalanrea (Bontotiro), Balangtaroang dan Barugae (Bulukumpa), Mattirowalie (Kindang), serta Bonto Bangun (Rilau Ale). Mereka berhak mendapatkan tiket gratis ke Pulau Dewata.
Kebijakan ini diambil di tengah pemangkasan Dana Transfer Ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat sebesar Rp268 miliar. Situasi ini mengharuskan penurunan APBD Kabupaten Bulukumba menjadi Rp1,3 triliun lebih di tahun 2026 mendatang.
“Saudaraku semua, saya berharap kita semua bekerja maksimal untuk merealisasikan PBB lebih progresif lagi. Masih ada waktu buat kita semua untuk realisasi PBB tahun 2025,” jelas Andi Utta menekankan pentingnya kesadaran membayar pajak untuk pembangunan daerah.
Kepala Desa Mattirowalie, H. Jufri, menjadi salah satu yang berbangga hati mendapat reward kedua kalinya setelah sebelumnya diajak ke Singapura. Desanya berhasil melunasi PBB senilai Rp92 juta lebih sejak Juli 2025.
Jufri membocorkan strategi sederhananya: begitu Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) terbit sekitar Maret, langsung didistribusikan ke seluruh warga.
“Kami cuma memberikan deadline waktu pelunasan. Jadi warga juga merasa lebih ringan dalam membayar PBB,” ungkapnya.
“Mereka terus mengingat PBB-nya karena SPPT sudah ada di tangannya. Sehingga begitu mereka punya uang, langsung pelunasan PBB. Makanya tidak ada yang menunggak,” tambah Jufri menjelaskan kesuksesan desanya.
Di sisi lain, para kepala desa dan lurah dengan capaian PBB di bawah 50 persen dipanggil ke depan untuk sesi foto bersama dengan salam jari kelingking.
Cara kreatif Bupati Bulukumba ini sontak jadi perbincangan sebagai bentuk motivasi dengan reward menarik sekaligus “peringatan” humoris yang tetap membangun.
![]()





























