Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Makassar

Proyek Jalan Gowa–Sinjai Disorot Warga, Ketua Banggar DPRD Sulsel Jelaskan Tahapannya

badge-check

					Banggar DPRD Sulsel meninjau langsung proyek ruas jalan Burung-Burung hingga Bili-bili di Kabupaten Gowa. [Foto: Ist] Perbesar

Banggar DPRD Sulsel meninjau langsung proyek ruas jalan Burung-Burung hingga Bili-bili di Kabupaten Gowa. [Foto: Ist]

BERITA.NEWS, Makassar — Banyaknya pertanyaan masyarakat terkait lambannya proses pengerjaan proyek infrastruktur pada Paket 1 LNR ruas batas Kabupaten Gowa–Kabupaten Sinjai akhirnya mendapat penjelasan langsung dari Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Mizar Roem.

Saat memimpin rombongan Banggar DPRD Sulsel meninjau langsung proyek ruas jalan Burung-Burung hingga Bili-bili di Kabupaten Gowa, Senin (16/3/2026), Mizar menegaskan bahwa pembangunan jalan tidak bisa dilakukan secara instan karena harus melalui sejumlah tahapan teknis.

Menurutnya, pemahaman masyarakat terhadap tahapan pekerjaan sangat penting agar tidak muncul kesalahpahaman terhadap progres proyek di lapangan.

“Proses pembangunan jalan itu tidak bisa langsung diaspal. Ada tahapan yang harus dilalui agar kualitas jalan dapat bertahan lama,” ujar Mizar saat berada di lokasi proyek.

Ia menjelaskan bahwa pekerjaan diawali dengan tahap LPA (Lapis Pondasi Agregat) sebagai dasar struktur jalan.

Setelah tahap tersebut selesai, pekerjaan dilanjutkan dengan pembangunan drainase untuk memastikan sistem pembuangan air berjalan baik sebelum memasuki tahap pengaspalan.

“Jika pengaspalan dilakukan langsung tanpa melalui tahapan tersebut, jalan akan cepat rusak karena air dapat menggenang dan merusak struktur jalan,” jelasnya.

Mizar juga mengungkapkan bahwa untuk sejumlah titik yang mengalami kerusakan berat, penanganan sementara akan dilakukan terlebih dahulu sebelum masuk ke tahap pembangunan permanen.

Dalam proyek Paket 1 ini, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dijabat oleh Dhani yang bertanggung jawab terhadap administrasi teknis sekaligus pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Lebih lanjut, Mizar menyampaikan bahwa proyek pembangunan tersebut menggunakan skema multiyears atau OPDD selama tiga tahun.

Karena itu, ia meminta dukungan masyarakat agar proyek yang digagas pemerintah provinsi dapat berjalan lancar hingga selesai.

Baca Juga :  Tak Lagi Gelap, 40 Lampu Solar Cell Terangi Kepulauan Makassar

“Dengan dukungan masyarakat, kontraktor, OPD, serta DPR dapat menjalankan fungsinya masing-masing sehingga proyek yang dicanangkan oleh Bapak Gubernur bisa memberikan manfaat besar bagi masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya pada ruas batas Gowa menuju Sinjai,” katanya.

Berdasarkan hasil peninjauan yang dilakukan, Mizar menyebut progres pekerjaan yang dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana, PT Tristar, masih berjalan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan.

“Dari hasil peninjauan kami, pekerjaan masih berjalan sesuai progres dan deviasi waktu kerja yang sudah disepakati,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk turut serta mengawasi pelaksanaan proyek tersebut. Menurutnya, partisipasi publik sangat penting agar setiap potensi permasalahan dapat segera ditindaklanjuti.

“Jika ada hal yang dianggap tidak sesuai di lapangan, silakan didokumentasikan dan disampaikan melalui media sosial dengan menandai akun Gubernur, DPR, maupun Dinas PU agar bisa segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Preservasi Jalan pada Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulawesi Selatan sekaligus PPTK proyek, ZN Ahmad Wildani, menjelaskan bahwa metode kerja proyek jalan memang memiliki tahapan yang harus diikuti sehingga pengerjaan tidak dapat dilakukan secara bersamaan di seluruh ruas.

Menurutnya, proses pembangunan juga mempertimbangkan kondisi cuaca serta berbagai faktor teknis lainnya yang dapat mempengaruhi progres pekerjaan.

Sebagai contoh, pada ruas Siasi–Limpo penanganan tidak langsung dilakukan secara menyeluruh di seluruh ruas jalan. Penentuan prioritas pengerjaan dilakukan berdasarkan LHR atau Lalu Lintas Harian Rata-rata guna menentukan titik yang paling mendesak untuk ditangani terlebih dahulu.

“Namun pada prinsipnya, untuk Paket 1 pekerjaan masih berjalan sesuai jadwal atau on schedule,” kata Ahmad Wildani.

Ia pun berharap dukungan dari anggota DPRD untuk membantu melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait tahapan pembangunan jalan tersebut.

“Dengan sosialisasi yang baik, masyarakat dapat memahami bahwa setiap tahapan pekerjaan memiliki proses teknis yang harus dipenuhi agar kualitas jalan tetap terjaga,” pungkasnya.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Elang Tiga Hambalang Desak Evaluasi Total Korwil SPPG Maros, Ancam Bawa Keluhan Mitra ke Tingkat Nasional

20 April 2026 - 23:16 WITA

FGD Pengelolaan Sampah Makassar, DLH Siapkan Skema Sanitary Landfill

19 April 2026 - 20:20 WITA

Tak Lagi Gelap, 40 Lampu Solar Cell Terangi Kepulauan Makassar

19 April 2026 - 15:27 WITA

Panitia Ajak Alumni di Seluruh Indonesia Meriahkan Mubes IKA Unhas

18 April 2026 - 21:55 WITA

Waspada! Nama Wawali Makassar Aliyah Dicatut untuk Penipuan

18 April 2026 - 16:01 WITA

Trending di Makassar