Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Program Pengembangan Kelompok Tani Berdampak Buruk, Petani Mengeluh

badge-check

					Yusuf, Petani Bawang Desa Kayu Loe. (Berita.news/Fitriani Aulia Rizka). Perbesar

Yusuf, Petani Bawang Desa Kayu Loe. (Berita.news/Fitriani Aulia Rizka).

BERITA.NEWS, Bantaeng – Program pengembangan bawang putih diduga berdampak buruk bahkan merugikan petani di Desa Kayu Loe, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng.

Diketahui para petani mengeluhkan bibit yang disediakan pihak rekanan PT KSN, banyak yang bermasalah. Hal tersebut diakui petani di desa setempat, Muh Yusuf.

Dia menyebut, program kerjasama dengan kelompok tani menggunakan pola kemitraan atau bagi hasil yang ditawarkan pihak rekanan tersebut, sangat mengkhawatirkan. Sebab bisa berdampak gagal panen.

“Bibit yang diterima banyak yang rusak, sarana dan prasarana penunjang yang dijanjikan seperti Pestisida, pupuk dan lain-lain, juga belum diberikan,” ujarnya, Selasa (9/7/2019).

“Padahal umur tanaman bawang putih yang saya tanam sudah 15 hari. Bila tidak diberi pestisida tidak ada yang bisa dipanen,” tuturnya.

Bagi Yusuf, jika program ini tidak ditangani serius, maka di lahannya, dia bakal mengganti dengan tanaman lain. 

Baca Juga :  Tak Banyak yang Tahu, Disertasi Ini Bawa Sarianto Raih Doktor UNM

Sementara itu, Koordinator pendamping kegiatan Badan Penyuluh Pertanian (BPP)  Lamalaka, Kasmawaty menyebut, dirinya telah berikan arahan kepada anggotanya untuk menindaklanjuti keluhan petani bawang putih di desa tersebut.

“Padahal saya sudah arahkan Yunus (anggota pendamping kegiatan BPP) untuk mengambil puluk komposnya petani di Balai Benih Muntea. Namun menurut Yunus, pendamping terkendala operasional dan faktor cuaca yang sering hujan,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, program ini bukan hanya dilakukan di Desa Kayu Loe saja, ternyata tersebar di beberapa daerah di Kabupaten Bantaeng. Sekira 150 hektar lahan digunakan untuk melangsungkan program itu.

Sementara dari pihak rekanan, PT KSN, Hendra Asmara menyebut pihaknya bakal melakukan rapat koordinasi terlebih dahulu.

Dia menyebut, untuk di Desa Kayu Loe, bibit bawang putih yang diberikan itu, merupakan permintaan petani.

“Kami akan adakan rapat kordinasi sama petani. Dan masalah benih yang sudah di tanam, itu permitaan petani sendiri. Mereka sepertinya buru-buru karena lahannya sudah siap,” imbuhnya. 

  • Fitriani Aulia Rizka 

Loading

Comments

Baca Lainnya

Cegah Bentrok Meluas, Polsek Lau Damaikan Dua Kelompok Pemuda di Maros

25 April 2026 - 16:25 WITA

Tak Banyak yang Tahu, Disertasi Ini Bawa Sarianto Raih Doktor UNM

24 April 2026 - 21:25 WITA

Sarianto (Kanan) usai sidang promosi doktor di Universitas Negeri Makassar, Jumat 24 April 2026. Foto: Ist.

Sinergi Lingkungan, Polres Maros Tanam Pohon dan Tebar Ribuan Benih Ikan

24 April 2026 - 09:37 WITA

Rutan Masamba Berbenah, Disiplin Pegawai Diperketat Pengamanan Makin Solid

23 April 2026 - 19:45 WITA

PT Pegadaian Peduli Bantu Pembangunan Masjid Nurul Yaqin di Jeneponto

22 April 2026 - 15:26 WITA

Trending di Daerah