BERITA.NEWS, Makassar–Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan kembali menyelidiki kasus dugaan pencemaran nama baik mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang melibatkan salah seorang calon wali kota Makassar yakni Mohammad Ramdhan Pomanto alias Danny Pomanto (DP).
Penyidik Polda Sulsel sebelumnya telah menunda sementara penyelidikan kasus ini lantaran pelaksanaan Pilwalkot Makassar 2020 ini. Hingga akhirnya kasus ini sudah memasuki pengumpulan data.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Ibrahim Tompo mengatakan, penyidik masih mengumpulkan data pendukung dan mencari petunjuk-petunjuk mengenai laporan yang dilayangkan tim hukum Jusuf Kalla.
Adapun salah satu petunjuk yang dicari penyidik, kata Ibrahim, ialah rekaman suara Danny Pomanto yang menyebut Jusuf Kalla di balik penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo oleh KPK beberapa waktu lalu.
“Intinya itu kami masih lidik untuk menpengkapi data dukungnya. Data dukungnya itu keterangan dan petunjuk-petunjuk. Itulah yang kami lidik,” kata Ibrahim saat dikonfirmasi, Ahad 13 Desember 2020.
Ibrahim menambahkan, bahwa penyidik belum akan melakukan pemeriksaan terhadap Danny Pomanto. Sebab, kata dia, penyidik hingga saat ini masih harus melengkapi seluruh petunjuk terkait dugaan pencemaran nama baik ini.
“Belum kami lakukan penahanan itu nanti kita infokan yah, oke,” terang Ibrahim.
Sebelumnya diberitakan, keluarga mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla
laporkan Danny Pomanto ke Polda Sulsel terkait dugaan pencemaran nama baik, Sabtu 5 Desember 2020 lalu
Pelaporan berdasar pada adanya sebuah rekaman yang diduga suara berdurasi 1 menit 58 detik adalah suara Danny Pomanto hingga tersebar di media sosial.
Dalam rekaman itu Danny Pomanto menuding Jusuf Kalla di balik penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. (*)
![]()





























