BERITA.NEWS,Makassar – Kinerja perbankan syariah di Sulawesi Selatan sepanjang 2025 menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat akselerasi pada sisi aset, penghimpunan dana, hingga pembiayaan, yang mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis syariah.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch Muchlasin, mengungkapkan bahwa hingga Desember 2025 total aset perbankan syariah tumbuh 22,38 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp21,81 triliun.

“Pertumbuhan ini menunjukkan perbankan syariah semakin diminati dan memiliki daya saing yang kuat dalam mendukung pembiayaan ekonomi daerah,” ujarnya.
Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan syariah tumbuh 20,64 persen (yoy) menjadi Rp14,66 triliun. Sementara itu, penyaluran pembiayaan mencatat pertumbuhan lebih tinggi sebesar 23,69 persen (yoy) menjadi Rp17,58 triliun.
Tingkat intermediasi perbankan syariah juga terjaga kuat dengan Financing to Deposit Ratio (FDR) sebesar 119,94 persen. Di sisi kualitas pembiayaan, rasio pembiayaan bermasalah (Non Performing Financing/NPF) berada pada level 1,72 persen, mencerminkan risiko yang relatif terkendali.
Muchlasin menilai capaian tersebut memperlihatkan peran strategis perbankan syariah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Sulawesi Selatan.
“OJK akan terus mendorong penguatan tata kelola, manajemen risiko, serta inovasi produk agar perbankan syariah semakin kompetitif dan mampu menjangkau lebih banyak sektor produktif,” tambahnya.
Dengan tren pertumbuhan dua digit dan kualitas pembiayaan yang terjaga, perbankan syariah di Sulawesi Selatan diyakini akan terus menjadi salah satu pilar penting dalam sistem keuangan daerah pada tahun-tahun mendatang.
![]()





























