BERITA.NEWS, Makassar – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel berencana tambah insentif gaji guru honorer dari Rp10 ribu menjadi Rp20 ribu per jam. Dinas Pendidikan (Disdik) pun membangun komunikasi dengan DPRD.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Sulsel Asri Sahrun Said mengatakan rencana untuk menaikkan insentif guru honorer tersebut. Sudah mendapat lampu hijau dari Gubernur Nurdin Abdullah (NA).

Menurutnya, insentif per jam guru honorer saat ini masih jauh dari standar. Olehnya itu, komunikasi dengan DPRD dan lampu hijau gubernur bisa jadi dasar menaikkan upah tenaga pendidik non PNS tersebut.
“Kalau dihitung-hitung di atas kertas Rp10 ribu per jam. Maksimal 24 jam satu minggu kan mereka dapat Rp240 ribu ya satu minggu. Dikali empat Rp900 ribu sekian saja. Itukan tidak standar,” ucapnya.
Selain itu, penerimaan guru honorer harus tetap disesuaikan kebutuhan. Disdik Sulsel akan tertib administrasi. Apalagi, pengangkatan honorer terakhir dilakukan sejak tahun 2005 lalu.
“Saya sih berharap naik Rp 20 ribu per jam. Biar mereka bisa layak. Harapan kita bisa sampai disana. Yang lalu kan hanya Rp 10 ribu. Kita harap perjuangkan mudah- mudahan bisa dianggarkan,” ujarnya.
Diketahui, jumlah honorer Pemprov saat ini termasuk guru capai 23 ribu orang lebih. Jika mengandalkan APBD saja. Hanya bisa backup honorer sebanyak 9000 orang. Olehnya itu, dana sumber dana lain dibutuhkan. Seperti, dana bos.
“Kita pelajari dulu honornya berasal dari mana kalau di APBD kan kita tidak semua bisa di backup tapi ada dari beberapa sumber, termasuk dana bos. Ini harus di perjelas,” pungkasnya.
. Andi Khaerul
![]()





























