Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Ekobis

OJK Sulselbar: Industri Perbankan Sulampua Masih Terjaga Stabil

badge-check

					Kepala OJK Sulselbar Darwisman (dok) Perbesar

Kepala OJK Sulselbar Darwisman (dok)

BERITA.NEWS,Makassar- Kantor OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) menilai stabilitas Sektor Jasa Keuangan di wilayah Sulampua masih terjaga stabil. Rabu (17/9/2024).

Stabilitas ini sejalan dengan kinerja yang baik tercermin dari pertumbuhan positif pada sektor perbankan, pasar modal dan Industri Keuangan Non Bank (IKNB).

Hal ini juga sejalan dengan kondisi sektor jasa keuangan secara nasional yang dinilai terjaga stabil didukung oleh tingkat permodalan yang kuat dan likuiditas memadai di tengah ketidakpastian global
akibat tensi geopolitik serta perlambatan perekonomian global.

Kepala OJK Sulselbar Darwisman mengatakan pada posisi Juli 2024, Kantor OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) mencatatkan kinerja industri perbankan di wilayah Sulampua yang tumbuh pada Total Aset, Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Kredit.

“Masing-masing sebesar 6,69 persen (Total Aset), 5,53 persen (DPK) dan 8,82 persen (Kredit) secara year on year (yoy) dengan tingkat intermediasi Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 124,19 persen dengan Non Performing Loan (NPL) yang terjaga di angka 2,58 persen,” ucapnya.

Pada sektor pasar modal, terdapat pertumbuhan Single Investor Identification (SID) yang signifikan di wilayah Sulampua pada posisi Juni 2024 yaitu sebesar 39,69 persen (yoy) atau mencapai 883.690 SID.

“Instrumen investasi masih didominasi oleh
Reksadana dengan porsi dan pertumbuhan tertinggi,” sebutnya.

Perkembangan industri keuangan non-bank (IKNB) di wilayah Sulampua juga turut
menunjukkan pertumbuhan pada posisi Juni 2024 (yoy). Tercermin dari total piutang perusahaan pembiayaan yang tumbuh sebesar 12,18 persen menjadi Rp 42,01
triliun.

Lalu total pembiayaan modal ventura tumbuh sebesar 3,45 persen menjadi Rp 688 miliar, pembiayaan yang disalurkan pergadaian tumbuh sebesar 35,05 persen menjadi Ro 17,48 triliun dan total outstanding pinjaman fintech peer to peer lending yang tumbuh sebesar 61,92 persen menjadi Rp 3,97 triliun dengan tingkat wanprestasi yang terjaga yaitu sebesar 1,72 persen.

“Sejalan dengan kinerja di wilayah Sulampua, perkembangan sektor jasa keuangan di
Sulawesi Selatan juga turut menunjukkan kinerja yang baik,” pungkasnya.

 

Loading

Comments

Baca Lainnya

Nuansa Alam dan Cita Rasa Rumahan, RM Jabar Resto & Cafe Jadi Destinasi Kuliner di Sinjai

18 April 2026 - 19:56 WITA

Rumah Makan

Road To Pekan Reksa Dana, APRDI dan OJK Perkuat Sosedu Bersama Media di Makassar

17 April 2026 - 20:50 WITA

Gabungan BPR Disetujui, OJK Targetkan Industri Lebih Sehat dan Efisien

16 April 2026 - 09:51 WITA

SPBU di Sinjai Kena Sanksi, Solar Subsidi Dihentikan Sementara: Pertamina Perketat Pengawasan

26 Maret 2026 - 20:44 WITA

bbm subsidi

Ketua MA Resmi Lantik Anggota Dewan Komisioner OJK

26 Maret 2026 - 11:08 WITA

Trending di Ekobis