BERITA.NEWS,Makassar- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat menilai kinerja sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan sepanjang 2025 tetap stabil dan resilien di tengah dinamika perekonomian nasional maupun global. Kondisi tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch Muchlasin, menyampaikan bahwa stabilitas sektor keuangan daerah mencerminkan daya tahan sistem keuangan yang mampu menopang aktivitas ekonomi secara berkelanjutan.

Menurut Muchlasin, stabilitas tersebut tercermin dari berbagai indikator utama di sektor perbankan, pasar modal, serta Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) yang menunjukkan kinerja terjaga dan tumbuh positif sepanjang 2025.
“Kinerja sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan tetap solid. Hal ini menunjukkan sistem keuangan daerah memiliki resiliensi yang baik dalam menghadapi tantangan ekonomi, sekaligus mampu mendukung aktivitas usaha dan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kinerja yang terjaga tersebut turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan pada 2025 yang tercatat sebesar 5,43 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan tahun 2024 yang sebesar 5,02 persen.
Capaian tersebut, lanjut Muchlasin, menegaskan bahwa sektor jasa keuangan tidak hanya berperan menjaga stabilitas, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
OJK Sulselbar berkomitmen terus memperkuat pengawasan, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, serta menjaga sinergi dengan pemerintah daerah dan pelaku industri guna memastikan stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga pada tahun-tahun mendatang.
![]()





























