Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Takalar

Masuk Daerah Rawan Gempa, BMKG Serahkan Peta Bahaya Tsunami Desa Sawakung Beba dan Tamasaju

badge-check

					Masuk Daerah Rawan Gempa, BMKG Serahkan Peta Bahaya Tsunami Desa Sawakung Beba dan Tamasaju Perbesar

BERITA.NEWS – Masyarakat Takalar yang tinggal di wilayah pesisir diminta selalu waspada terhadap bencana alam, terutama gempa bumi dan tsunami. Kabupaten Takalar berada di wilayah dengan struktur patahan aktif, sehingga seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah wajib siaga.

Kepala Stasiun Geofisika Gowa, Rosa Amelia, S.Si., M.T., menjelaskan bahwa Sesar Walanae Barat, Sesar Walanae Timur, dan Sesar Selayar memengaruhi aktivitas seismik di Sulawesi Selatan. “Peta patahan aktif Indonesia dari Kementerian ESDM juga menunjukkan adanya patahan mendatar di lepas pantai Jeneponto, dekat wilayah pesisir Takalar,” ungkap Rosa saat membuka Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami (SLG) BMKG Tahun 2025 di Desa Sawakung Beba, pekan lalu.

Catatan sejarah menunjukkan aktivitas tektonik di Takalar dan sekitarnya terjadi berulang. Gempa darat pada 1997 berkekuatan 4,3 magnitudo dengan kedalaman 30 km, gempa tahun 1968 di perairan Takalar 4,8 magnitudo pada kedalaman 25 km, serta sejumlah gempa kecil lainnya, memperkuat potensi bencana di masa depan.

Berdasarkan pemodelan skenario, sebagian wilayah Takalar berisiko genangan akibat gempa besar dari sumber Flores Backarc Thrust Lombok–Sumbawa. Potensi ini menjadi ancaman serius bagi masyarakat, mengingat kawasan pesisir Takalar padat penduduk, memiliki infrastruktur vital, serta lahan pertanian dan perikanan yang menjadi tumpuan ekonomi lokal. Dampak gempa signifikan bisa meluas pada aspek sosial, ekonomi, dan pembangunan daerah.

Untuk memperkuat kesiapsiagaan, BMKG melalui Stasiun Geofisika Kelas II Gowa menggelar SLG dengan tujuan membangun budaya sadar bencana berbasis ilmu pengetahuan dan partisipasi masyarakat serta pemerintah daerah. Kegiatan diikuti 38 peserta dari BPBD Takalar, Polres, Kodim, camat, kepala desa, sekolah, masyarakat wilayah rawan bencana, dan media lokal.

SLG mencakup sesi paparan dan diskusi mengenai potensi kegempaan dan tsunami di Takalar, sistem peringatan dini BMKG, serta strategi kesiapsiagaan. Peserta juga mempraktikkan Table Top Exercise (TTX), menyimulasikan gempa kuat dan berperan aktif dalam pengambilan keputusan cepat serta koordinasi lintas instansi.

Selain itu, BMKG menyerahkan Peta Bahaya Tsunami Desa Sawakung Beba dan Tamasaju, Kecamatan Galesong Utara, kepada BPBD Takalar sebagai langkah strategis memperkuat kesiapsiagaan dan penyebaran informasi kebencanaan kepada masyarakat pesisir.

Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami 2025 menjadi bagian penting strategi kesiapsiagaan daerah. Dengan memahami kondisi geologi dan sejarah kegempaan Takalar, seluruh lapisan masyarakat diharapkan menyadari bahwa bencana gempa bumi bukan ancaman yang jauh, melainkan realitas yang harus diantisipasi bersama.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Tak Banyak yang Tahu, Disertasi Ini Bawa Sarianto Raih Doktor UNM

24 April 2026 - 21:25 WITA

Sarianto (Kanan) usai sidang promosi doktor di Universitas Negeri Makassar, Jumat 24 April 2026. Foto: Ist.

Intip Sosok Iptu Haryanto, Jabat Kasat Reskrim Takalar

21 April 2026 - 22:27 WITA

Serah terima jabatan Iptu Haryanto sebagai kasat Reskrim Polres Takalar. Foto: Ist.

Takalar Berhasil Naik dari Peringkat 22 ke Peringat 18 Pada Survey Penilaian Integritas KPK Tahun 2025

19 Desember 2025 - 15:19 WITA

Perluas Lapangan Kerja, Bupati Takalar Resmikan PT Mirea Industry Corp

15 Desember 2025 - 09:18 WITA

Pemkab Takalar Lelang Empat Jabatan Strategis, Seleksi Terbuka dan Transparan

9 Desember 2025 - 19:08 WITA

Trending di Takalar