Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Lemahnya Penyelesaian Diberbagai Sektor di Kota Bengkulu, Fraksi Golkar : Belanja Daerah harus mencermati kondisi Keuangan

badge-check

					Lemahnya Penyelesaian Diberbagai Sektor di Kota Bengkulu, Fraksi Golkar : Belanja Daerah harus mencermati kondisi Keuangan Perbesar

Bengkulu – Menyikapi penyampaian Walikota pada nota keuangan yang menjadi perhatian bersama menyangkut Permasalahan Utama Pendapatan Daerah, Fraksi Golkar DPRD Kota Bengkulu Angkat bicara, Jumat (24/9).

Kepada Media ini, Ketua Fraksi Golkar DPRD Mardensi mengatakan Pemkot Bengkulu sampai saat ini belum mengoptimalkan pemanfaatan aset pemerintah daerah sebagai salah satu sumber PAD. Kita misalkan salah satunya belum optimalnya pengelolaan Perusahaan Daerah Kota Bengkulu karena ini salah satu penghasil PAD.

Lanjut Mardensi menambahkan masih terbatasnya kualitas sarana dan prasarana pelayanan pajak dan retrebusi, terutama dalam hal pemanfaatan teknologi infirmasi.

Hingga saat ini masih keterbatasan keterampilan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pengelolaan Administrasi pendapatan Daerah serta menciptakan ketaatan masyarakat untuk membayar pajak tepat waktu masih rendah sehingga berpotensi memperbesar tunggakan pajak, Kata Mardensi.

Baca Juga :  Cegah Bentrok Meluas, Polsek Lau Damaikan Dua Kelompok Pemuda di Maros

Masih kata Mardensi menambahkan Lemahnya dukungan dari pihak ketiga yang merupakan mitra pemerintah Daerah dalam pemungutan Pajak Daerah.

Maka dari itu Fraksi Golkar DPRD Kota Bengkulu mengharapkan kepada Pemerintah Daerah dan seluruh pihak bersama-sama untuk segera mencari solusi dan problem solving dari permasalahan tersebut. yang mana secara garis besar Bahwa permasalahan utama Perubahan belanja Daerah karena mencermati kondisi peningkatan kebutuhan pembangunan daerah, jika tidak diikuti dengan upaya Peningkatan perolehan PAD, Maka akan sulit mendorong naiknya tingkat Belanja Daerah yang semakin meningkat dari tahun ke Tahun, Tutupnya Mardensi.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Cegah Bentrok Meluas, Polsek Lau Damaikan Dua Kelompok Pemuda di Maros

25 April 2026 - 16:25 WITA

Tak Banyak yang Tahu, Disertasi Ini Bawa Sarianto Raih Doktor UNM

24 April 2026 - 21:25 WITA

Sarianto (Kanan) usai sidang promosi doktor di Universitas Negeri Makassar, Jumat 24 April 2026. Foto: Ist.

Sinergi Lingkungan, Polres Maros Tanam Pohon dan Tebar Ribuan Benih Ikan

24 April 2026 - 09:37 WITA

Rutan Masamba Berbenah, Disiplin Pegawai Diperketat Pengamanan Makin Solid

23 April 2026 - 19:45 WITA

PT Pegadaian Peduli Bantu Pembangunan Masjid Nurul Yaqin di Jeneponto

22 April 2026 - 15:26 WITA

Trending di Daerah