BERITA.NEWS,Jayapura- Karantina Papua berhasil melakukan identifikasi Organisasi Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) Wilayah kerja Papua – Maluku.
Karantina Papua pun melaksanakan Seminar Regional atas hasil pemantauan OPTK diikuti Unit Pelaksana Teknis Badan Karantina Indonesia (UPT Barantin) yang ada di wilayah regional Papua – Maluku secara daring maupun luring di Hotel Horison Ultima Entrop. Selasa (10/12/2024).

Kepala Karantina Papua, Lutfie Natsir, dalam sambutannya menegaskan pemantauan ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan dan penyebaran OPTK di wilayah Papua.
Upaya ini merupakan langkah awal untuk membantu melakukan pemetaan dan pengambilan keputusan mengenai lalu lintas media pembawa, khususnya di wilayah regional Papua – Maluku.
“Hasil dari kegiatan pemantauan ini nantinya akan disampaikan ke pusat dalam seminar nasional dan akan menjadi bahan dalam pengambilan kebijakan terkait tindakan karantina tumbuhan dan pemetaan daerah sebar OPTK di wilayah regional Papua-Maluku,” kata Lutfie.
Sementara itu, Direktur Manajemen Risiko Karantina Tumbuhan yang diwakili oleh Dwi W. Oktarima mengatakan, seminar ini bertujuan untuk melaporkan hasil pemantauan yang dilakukan karantina serta melihat potensi penyebaran OPTK yang ada di wilayah Papua-Maluku.
“Kita juga sangat mengapresiasi atas terselenggarannya kegiatan pemantauan ini. Ini juga merupakan tahun pertama bagi Barantin melaksanakan kegiatan seminar regional dengan tujuan memperkuat daerah regional khususnya Papua-Maluku, sebelum nantinya dibawa ke seminar nasional di awal tahun,” jelasnya.
Kegiatan seminar tersebut juga turut dihadiri oleh dinas yang membidangi fungsi tanaman pangan, perkebunan, dan hortikultura serta pemerintah daerah baik provinsi maupun kota/kabupaten di Papua, serta akademisi dari Universitas Cendrawasih Papua, Universitas Ottow Geissler Papua .
![]()



























