Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Jemaah An-Nadzir Gowa Lebaran, Ustaz Samir: Idul Fitri ini seperti kita dilahirkan kembali

badge-check

					Suasana Salat Idul Fitri di Masjid Baitul Muqaddis Kampung Permukiman An-Nadzir Gowa, Senin (3/6/2019).(Berita.news/ACP). Perbesar

Suasana Salat Idul Fitri di Masjid Baitul Muqaddis Kampung Permukiman An-Nadzir Gowa, Senin (3/6/2019).(Berita.news/ACP).

BERITA.NEWS, Gowa – Menyambut Idul Fitri 1440 Hijriah, Jemaah An-Nadzir Kabupaten Gowa melaksanakan Salat Idul Fitri yang berlangsung di Masjid Baitul Muqaddis Kampung Permukiman An-Nadzir dengan hikmat.

Tampak para jemaah mengenakan pakaian serba hitam lengkap dengan kopyahnya yang lancip memadati area masjid, seraya melantunkan takbir.

Salat Idul Fitri kali ini dipimpin langsung Ketua Dewan Pengawas dan Penanggung Jawab Pendidikan dan Pembangunan Jamaah An-Nadzir Gowa, Ustadz M Samiruddin Pademmui yang juga bertindak sebagai Khatib.

Saat ditemui usai berjabat tangan dengan seluruh jemaah lain, Ustaz Samir kepada media menjelaskan makna sesungguhnya Idul Fitri bagi Jemaah An-Nadzir.

“Idul Fitri ini seperti kita dilahirkan kembali bagaikan bayi yang lahir dari rahim ibu, yang terhapus dosanya, dan diampunkan oleh Allah sehingga benar-benar suci, bersih bagaikan bayi yang baru lahir, Insha Allah,” tutur Ustaz Samir, Senin (3/6/2019).

Seperti yang dikatakan sebelumnya, Jemaah An- Nadzir juga mendasarkan perhitungannya pada bulan yang terbit (Syawal) dan ditunjang beberapa faktor alam, seperti hujan dan guntur juga air laut yang pasang (pasang kondak).

Dalam mengamati bulan, Ustaz Samir juga mengungkapkan, pihaknya harus bisa menentukan purnama sempurna yakni yang ke-15 dalam penentuan 1 Syawal.

“Dalam mengamati bulan itu kita terutama harus bisa menentukan purnama sempurna. Purnama sempurna itu yang adalah purnama ke-15, nah sempurnanya purnama itu bisa 14,15, dan 16. Tetapi yang paling sempurna itu yang ke-15. Nah itu yang menjadi salah satu titik start kita menghitung untuk penentuan 1 Syawal,” jelas ustaz Samir.

An-nadzir sendiri diartikan sebagai pemberi peringatan, dimana dalam kesehariannya Jemaah An-nadzir sangat dikenal dengan gaya berbusananya yang mengenakan pakaian serba hitam, memanjangkan rambut hingga bahu dan agak kepirangan, tidak ketinggalan kopyahnya yang lancip.

  • ACP

Loading

Comments

Baca Lainnya

PT Pegadaian Peduli Bantu Pembangunan Masjid Nurul Yaqin di Jeneponto

22 April 2026 - 15:26 WITA

Kreativitas Tanpa Batas, Warga Binaan Rutan Barru Hasilkan Mebel dan Jasa Cuci Kendaraan

22 April 2026 - 12:27 WITA

Intip Sosok Iptu Haryanto, Jabat Kasat Reskrim Takalar

21 April 2026 - 22:27 WITA

Serah terima jabatan Iptu Haryanto sebagai kasat Reskrim Polres Takalar. Foto: Ist.

Mahasiswa Gowa: Inisial BK Disebut “Biang Kerok” Persoalan Daerah

21 April 2026 - 16:13 WITA

Fahim Jenlap Poros Pemuda Berlawan (Pemula) yang melakukan unjuk rasa didepan kantor Bupati Gowa. Foto: Ist

Demo Memanas di Gowa! Massa Kepung Kantor DPRD, Desak Pansus Usut Dugaan Pelanggaran

21 April 2026 - 13:49 WITA

Trending di Daerah