BERITA.NEWS, Gowa – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Poros Pemuda Berlawan (Formula) menyebut inisial BK sebagai “biang kerok” sejumlah persoalan di Kabupaten Gowa. Pernyataan tersebut disampaikan dalam aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Gowa, Selasa (21/4/2026) sore tadi.
Aksi ini merupakan lanjutan dari demonstrasi yang sebelumnya digelar di Kantor DPRD Kabupaten Gowa pada hari yang sama.

Jenderal Lapangan Poros Pemuda Berlawan, Fahim, menyebut adanya pihak yang diduga berperan dalam berbagai polemik di daerah.
“Kami menilai polemik yang terjadi hari ini disebabkan oleh oknum yang kami sebut sebagai biang kerok,” ujar Fahim dalam orasinya.
Dalam aksinya, massa juga menyoroti pencabutan beasiswa terhadap mahasiswa asal Gowa, Riski Amran, serta dugaan ketidaktransparanan program pengadaan seragam sekolah.
“Kami meminta adanya keterbukaan dan pertanggungjawaban atas kebijakan yang menimbulkan polemik di tengah masyarakat,” tegas Fahim.
Situasi sempat memanas ketika sejumlah pendemo mencoba mendobrak pagar Kantor Bupati Gowa untuk masuk ke dalam area. Namun, upaya tersebut berhasil diantisipasi oleh aparat dari Polres Gowa yang berjaga di lokasi.
Salah satu pendemo terlihat naik ke atas pagar untuk menyampaikan orasi. Massa juga melakukan pembakaran ban dan memblokade jalan di sekitar lokasi, sehingga arus lalu lintas di perempatan Kantor Bupati Gowa mengalami kemacetan.
Dalam aksi tersebut, massa turut meminta agar Bupati Gowa, Husniah Talenrang, hadir menemui pendemo. Namun, hingga aksi berlangsung, bupati tidak tampak menemui massa aksi.
Mahasiswa juga mendesak Pemerintah Kabupaten Gowa untuk memberikan penjelasan secara transparan serta meminta DPRD membentuk panitia khusus (pansus) guna mengusut berbagai persoalan yang mencuat.
Hingga aksi berakhir, situasi dapat dikendalikan aparat kepolisian. Belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah terkait tuntutan mahasiswa tersebut.
![]()





























