BERITA.NEWS, Bantaeng – Peringati hari AIDS sedunia, dinas kesehatan Kabupaten Bantaeng menggelar sejumlah kegiatan untuk mensosialisasikan akan bahaya penularan virus berbahaya ini.
Hari AIDS sedumia yang diperingati tanggal 1 Desember setiap tahunnya ini dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat akan bahaya penularan virus HIV/AIDS.

Disamping itu juga agar masyarakat dapat mengingat kembali bahwa sudah ada jutaan orang yang telah meninggal dunia akibat wabah ini.
Dari data Badan Kesehatan Internasional atau WHO tercatat sudah ada lebih dari 32 juta orang didunia yang telah terenggut jiwanya akibat virus HIV/AIDS.
Dinas kesehatan kabupaten Bantaeng sendiri sejak bulan september hingga oktober 2019 lalu telah melakukan sosialisasi terkait bahaya wabah virus HIV/AIDS.
Hal tersebut disampaikan oleh kepala bidang pencegahan dan pengendalian penyakit Dinas kesehatan kabupaten Bantaeng, dr. Armanayah, Mkes, yang mengatakan kalau selama dua bulan pihaknya telah melakulan sosialisasi di 20 sekolah SMP dan SMA sederajat yang ada di Kabupaten Bantaeng.
“Jadi dalam rangka hari AIDS sedunia ini kami sudah melakukan berbagai kegiatan, dan dimulai dengan sosialisas dikalangan para siswa sejak bulan september lalu” ucapnya senin (2/12/2019).
Menurut Armasyah kalau dibulan Novenber kebetulan ada digelar kegiatan hapus Tatto gratis, maka pihaknyapun melakukan kolaborasi screanin HIV/AIDS.
“Dibulan november kemarin ada kegiatan hapus tato, makanya kami lakukan kolaborasi karena kami juga sudah agendakan untuk lakulan Screaning HIV/Aids”jelasnya.
Dirinya menjelaskan kalau Screaning ini sasarannya pada populasi kunci atau populasi beresiko untuk tertular HIV/AIDS, Salah satunya adalah mereka yang sering menggunakan jarum suntik untuk tato.
“Harapannya agar mereka yang bertato yang kita sasar ini bisa bebas dari penyakit HIV/Aids, Sepilis dan Hepatitis” ungkapnya.
Arman melanjutkan bahwa saat ini sudah ada 106 orang yang telah diperiksa dan semuanya tidak ada yang reaktif.
Dia juga menyampaiakan kalau mereka yang datang menghapus tato dan memeriksakan diri itu bukan hanya masyarakat Bantaeng saja akan tetapi adapula yang berasala dari kabupaten tetangga yakni kabupaten Jeneponto dan Bulukumba.
- Saharuddin
![]()





























