Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Ekobis

Harga Cabai di Pasar Cekkeng Bulukumba Meroket, Tembus Rp55 Ribu Per Kg

badge-check

					Harga Cabai di Pasar Cekkeng Bulukumba Meroket. (Foto: BERITA.NEWS/ Syarif) Perbesar

Harga Cabai di Pasar Cekkeng Bulukumba Meroket. (Foto: BERITA.NEWS/ Syarif)

BERITA.NEWS, BULUKUMBA — Kenaikan harga cabai di Pasar Cekkeng Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan kian meroket. Kenaikan harga cabai itu terjadi sejak sepekan terakhir ini.

Di Pasar Cekkeng, semua jenis cabai mengalami kenaikan harga yang cukup drastis, mulai dari cabai keriting, rawit hingga cabai besar.

Salah satu pedagang cabai di Pasar Cekkeng, Hj Sari mengungkapkan kenaikan harga cabai tersebut sudah terjadi sejak seminggu terakhir.

Harga cabai rawit tembus hingga Rp55.000 yang sebelumnya hanya dikisaran harga Rp25.000 per kilogram. Sementara cabai keriting naik menjadi Rp30.000 dari sebelumnya Rp20.000 per kg.

Baca Juga :  Nuansa Alam dan Cita Rasa Rumahan, RM Jabar Resto & Cafe Jadi Destinasi Kuliner di Sinjai

“Salah satu penyebabnya karena kurangnya stok atau persediaan, mungkin karena dampak kemarau pak banyak tanaman petani cabai yang mati,” ungkap Hj Sari kepada BERITA.NEWS, Kamis (2/11/2023).

Sementara itu, salah satu petani cabai rawit di Kabupaten Bulukumba, mengaku merasakan dampak dari kemarau atau El Nino ini.

“Saat ini, kami merasakan dampak El Nino yang membuat tanaman cabai rawit kami terancam,” ujar Yusman Wahab.

Yusman turut membenarkan lonjakan harga cabai tersebut. Menurutnya saat ini banyak petani cabai merugi sebab untuk menanam membutuhkan biaya jutaan rupiah.

“Dampak ini tidak hanya dirasakan oleh kami, tetapi juga menyebabkan lonjakan harga cabai karena banyak tanaman cabai rawit yang mati,” bebernya. ***

Loading

Comments

Baca Lainnya

Nuansa Alam dan Cita Rasa Rumahan, RM Jabar Resto & Cafe Jadi Destinasi Kuliner di Sinjai

18 April 2026 - 19:56 WITA

Rumah Makan

Road To Pekan Reksa Dana, APRDI dan OJK Perkuat Sosedu Bersama Media di Makassar

17 April 2026 - 20:50 WITA

Gabungan BPR Disetujui, OJK Targetkan Industri Lebih Sehat dan Efisien

16 April 2026 - 09:51 WITA

SPBU di Sinjai Kena Sanksi, Solar Subsidi Dihentikan Sementara: Pertamina Perketat Pengawasan

26 Maret 2026 - 20:44 WITA

bbm subsidi

Ketua MA Resmi Lantik Anggota Dewan Komisioner OJK

26 Maret 2026 - 11:08 WITA

Trending di Ekobis