BERITA.NEWS, Makassar – Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah memberi apresiasi pelayanan Samsat Mappanyukki yang terus melakukan inovasi dalam memberikan pelayanan pada masyarakat.
Hal itu diungkapkan Gubernur Sulsel saat berkunjung ke stand pameran Badan Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan pada Pemeran Pelayanan Publik yang dirangkaikan Rapat Koordinasi Satgas Saber Pungli Se-Sulawesi Selatan Tahun 2019, Rabu 18 Desember 2019 di Hotel Gammara.

Gubernur Sulsel diterima Kepala UPT Pendapatan Wilayah Makassar I Selatan Bustanul Arifin yang menjaga stand. Stand tersebut dibuat untukmemberikan pelayanan kepada masyarakat yang ingin membayar pajak kendaraannya dengan cepat tanpa adanya pungli.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Inspektur Pengawasan Umum Polri Komjen Pol. Drs. Moechgiyarto, SH., M.Hum selaku Ketua Pelaksana Satgas Saber Pungli Pusat, Kapolda Sulsel, Kajati Sulsel, para Bupati, Kapolres, Kajari dan Inspektur Daerah Kabupaten/Kota.
Bapenda Sulsel terus melakukan inovasi dalam rangka peningkatan pendapatan asli daerah khususnya dari sektor pajak kendaraan bermotor. Beberapa inovasi yakni penambahan tempat dan jam layanan wajib pajak meski hari libur.
“Insya Allah kami akan mencapai target pendapatan tahun ini. Kami optimistis bisa mencapai target dengan melakukan penambahan tempat dan jam layanan dihari libur. Kami terus menjalin komunikasi dengan diler dan showroom untuk mendukung pencapaian realisasi target Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Sulsel tahun ini,” kata Bustanul.
Dari data yang ada, realisasi penerimaan PKB Sulsel mencapai angka 98,87% dari target total Rp. 1.353.762.689.000,- atau sisa Rp. 15.320.202.798,- sedangkan Pajak BBN mencapai angka 96,84% dari target Rp. 993.777.500.000,- atau sisa Rp. 31.436.265.297,-.
Bustanul Arifin optimis bisa menapai target pajak UPT Pendapatan Wilayah Makassar I tahun ini. Dari target pajak kendaraan bermotor Rp. 363.610.555.000,-, realisasi penerimaan sudah mencapai angka 98,02% atau sisa Rp. 7.201.505.418,-, sedangkan untuk pajak bea balik nama kendaraan sudah mencapai angka 97,51% dari target Rp. 169.486.720.000,- atau sisa Rp. 4.217.030.662,-.
Dari data analisa pertumbuhan realisasi PKB dan BBN meningkat 7,88% dibandingkan tahun lalu dengan nilai Rp. 26.046.051.369,-.
“Dua tahun terakhir kami tidak capai target doakan tahun ini capai, tentunya tidak mudah untuk itu karena persoalan di Makassar sangat kompleks, yang jelas kami bersama mitra kami polisi dan Jasa Raharja terus berupaya maksimal, Insya Allah hasilnya maksimal,” tutupnya.
![]()





























