Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

DPRD Makassar

 Gelar Sosper, Yeni Rahman Sebut Banyak Anak Salah Arah Karena Salah Pengasuhan

badge-check

					 Gelar Sosper, Yeni Rahman Sebut Banyak Anak Salah Arah Karena Salah Pengasuhan Perbesar

MAKASSAR, BERITA.NEWS Anggota DPRD Makassar dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Yeni Rahman, menggelar Sosialisasi Peraturan Perundang-undang (Sosper) Perda Perlindungan Anak, di Hotel Golden Tulip Makassar, Sabtu (28/1/2023).

Hadir sebagai narasumber, Prof Aris Munandar dari Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal, serta Pemerhati Anak Nur Amalia.

Yeni Rahman mengungkapkan, Perda Perlindungan Anak merupakan perda terlama yang dibahas di DPRD. Iapun mengaku prihatin dengan banyaknya kasus kekerasan terhadap anak

Menurut Yeni, banyaknya persoalan kekerasan terhadap anak dimulai dari terjadinya pembiaran anak-anak di luar rumah. Banyak anak kehilangan arah, karena pola asuh yang salah.

“Ini menjadi tanggungjawab kita bersama,” ujarnya.

Yeni juga menyoroti program Jagai Anakta yang digagas Pemkot Makassar. Meski memberikan apresiasinya, namun ia berharap ada program turunan dari Jagai Anakta tersebut.

“Jagai Anakta ini harus ada turunannya. Misalnya, anak-anak sudah harus berada dalam rumah saat Maghrib, tidak boleh lagi berkeliaran di luar rumah. Serta memberikan apresiasi kepada keluarga yang berhasil mendidik anak mereka,” ungkapnya.

Sementara, Prof Arismunandar mengungkapkan, Indonesia saat ini berada dalam kondisi darurat perlindungan anak. Karena itu, sangat penting mendorong institusi pendidikan agar layak anak.

Menurut mantan Rektor UNM ini, salah satu pemicu kekerasan anak adalah banyaknya orangtua yang tidak paham terhadap tanggungjawabnya sebagai orangtua. Karena itu, ia berharap ada sertifikasi bagi para calon orangtua sebelum mereka menikah.

“Para calon pengantin harus dibekali ilmu atau pengetahuan bagaimana mengasuh anak. Ini juga harus kita dorong ke Kemenag,” pungkasnya.

Sedangkan, Nur Amalia, menyampaikan, semua harus berperan dalam memberikan tempat yang nyaman bagi anak untuk tumbuh dan berkembangkan. Mulai dari perorangan, kelompok masyarakat, lembaga pendidikan, dunia usaha, bahkan media.

“Kita semua bertanggungjawab untuk mencegah dan melindungi serta tidak membiarkan terjadinya perlakuan salah, kekerasan, dan apapun yang berbahaya bagi anak,” kata Amalia. (*)

Loading

Comments

Baca Lainnya

Ikbal, Sosok Muda yang Curi Perhatian di Pencalonan BPD Kareloe Jeneponto

16 April 2026 - 19:54 WITA

calon bpd

Dukung Percepatan PSEL, Ketua Fraksi Gerindra Minta Pemkot Makassar Cari Lokasi Alternatif

1 April 2026 - 22:00 WITA

Baru Bebas dari Penjara, Nasib Kursi DPRD Kamrianto Menggantung! Ini Kata BK

18 Maret 2026 - 20:02 WITA

kamrianto

Diam-Diam Sambangi Warga, Patudangi Azis Salurkan Sembako di 5 Titik Strategis Bulukumba–Sinjai

15 Maret 2026 - 20:50 WITA

sembako

Data Pemilih Dicek Satu per Satu! Bawaslu Bulukumba Terjunkan 5 Tim ke Lapangan

12 Maret 2026 - 23:00 WITA

data pemilih
Trending di Politik