Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Bulukumba Ditunjuk sebagai Lokasi Program Jelajah Penosa oleh Kementrian LHK

badge-check

					Bupati Bulukumba ketiga dari kiri foto bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI. (BERITA.NEWS/IL). Perbesar

Bupati Bulukumba ketiga dari kiri foto bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI. (BERITA.NEWS/IL).

BERITA.NEWS, Bulukumba – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI menetapkan Kabupaten Bulukumba sebagai lokasi program Perhutanan Sosial Nusantara yang diberi nama “Jelajah Pesona Bulukumba”. 

Program ini dibuat untuk mendorong percepatan dampak ekonomi perhutanan sosial dimana pihak Kementerian LHK menciptakan inovasi Pelayanan Online untuk Percepatan Ijin dan proses Kolaborasi Kreasi (Ko-Kreasi) untuk menciptakan sinergi antara pembangunan daerah dan perhutanan sosial.

“Kabupaten Bulukumba terpilih menjadi lokasi pertama melaksanakan pendekatan Tata Kelola Perhutanan Sosial 4.0. Tata Kelola ini adalah pelayanan berbasis internet untuk percepatan ijin akses legal perhutanan sosial untuk mendukung penguatan produk-produk lokal,” ungkap Tuti Herawati dari Kementerian KLHK saat audiens dengan Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali di Kantor Bupati, Senin (5/8/2019).

Lebih lanjut, Tuti menjelaskan bahwa program yang pertama di Indonesia ini bertujuan memastikan akses legal Perhutanan Sosial pada kawasan hutan bisa selesai dalam jangka waktu 22 hari. 

“Inti dari program Perhutanan Sosial adalah kita memberikan akses lahan kepada masyarakat yang berada di sekitar hutan selama 35 tahun dan bisa diperpanjang kembali,” jelasnya. 

Diharapkan melalui perhutanan sosial ini, kata Tuti dapat memberikan konstribusi dalam peningkatan ekonomi masyarakat. Dengan izin akses lahan perhutanan sosial, program dari berbagai sektor lainnya juga bisa masuk memberikan bantuan atau kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat yang menjadi anggota kelompok pengelola dari program perhutanan sosial. 

Baca Juga :  Demo Memanas di Gowa! Massa Kepung Kantor DPRD, Desak Pansus Usut Dugaan Pelanggaran

Dari penyampaian tersebut, Bupati AM Sukri Sappewali sangat merespon program yang ditawarkan Kementerian LHK. Dikatakannya meski sektor kehutanan sudah menjadi kewenangan pemerintah provinsi, namun ia berharap program Perhutanan Sosial menjadi solusi untuk memberikan dampak peningkatan taraf hidup masyarakat di sekitar hutan.

“Sekarang ini, sangat sulit mengusir masyarakat keluar dari hutan. Nah yang dibutuhkan bagaimana masyarakat dapat hidup dari hasil hutan namun tidak merusak hutan itu sendiri,”Ucap purnawirawan TNI berpangkat kolonel tersebut. 

Suwito dari Kemitraan yang menjadi pendamping program ini menambahkan bahwa selain penerbitan ijin perhutanan, program ini juga akan menyelenggarakan serangkaian lokakarya kreatif  yang pesertanya berasal dari pemuda dan pemudi desa yang menjadi wilayah perhutanan sosial.

“Lokakarya tematik disesuaikan dengan potensi pembangunan daerah, seperti kelas kewirausahaan, kelas pengembangan branding, kelas pemasaran produk, kelas coding untuk aplikasi ekonomi digital, kelas pemanfaatan teknologi drone untuk analisis data informasi, dan beberapa kelas lainnya,” urai pak Wito sapaan akrab Suwito.

Rencana pelaksanaan lokakarya, lanjutnya, akan dilaksanakan pada tanggal 22-23 Agustus dan esok harinya tanggal 24 dilaksanakan seremoni prosesi penyerahan Ijin Akses Legal Perhutanan Sosial yang dimeriahkan dengan berbagai persembahan seni budaya.

Adapun wilayah yang menjadi lokasi program Jelajah Pesona ini adalah Hutan Lindung yang berada di Desa Tibona, Desa Balangpesoang dan Kelurahan Jawi-Jawi, serta Taman Hutan Raya (Tahura) Bontobahari yang berada di Desa Darubiah, Desa Ara, dan Kelurahan Tanah Lemo.

  • IL

Loading

Comments

Baca Lainnya

Rutan Masamba Berbenah, Disiplin Pegawai Diperketat Pengamanan Makin Solid

23 April 2026 - 19:45 WITA

PT Pegadaian Peduli Bantu Pembangunan Masjid Nurul Yaqin di Jeneponto

22 April 2026 - 15:26 WITA

Kreativitas Tanpa Batas, Warga Binaan Rutan Barru Hasilkan Mebel dan Jasa Cuci Kendaraan

22 April 2026 - 12:27 WITA

Intip Sosok Iptu Haryanto, Jabat Kasat Reskrim Takalar

21 April 2026 - 22:27 WITA

Serah terima jabatan Iptu Haryanto sebagai kasat Reskrim Polres Takalar. Foto: Ist.

Mahasiswa Gowa: Inisial BK Disebut “Biang Kerok” Persoalan Daerah

21 April 2026 - 16:13 WITA

Fahim Jenlap Poros Pemuda Berlawan (Pemula) yang melakukan unjuk rasa didepan kantor Bupati Gowa. Foto: Ist
Trending di Daerah