Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Politik

Bincang Tokoh Bersama Willy Aditya, Rudianto Lallo: Edukasi untuk Aktivis Kampus

badge-check

					Bincang Tokoh Bersama Willy Aditya, Rudianto Lallo: Edukasi untuk Aktivis Kampus Perbesar

MAKASSAR, BERITA.NEWS- Ketua DPRD Makassar Rudianto Lallo kembali memfasilitasi mantan aktivis 1998 berbincang dengan organisasi mahasiswa di Makassar.

Jika sebelumnya menghadirkan Pius Lustrilanang yang memberikan orasi terkait reformasi dihadapan peserta jalan sehat, kali ini Willy Aditya yang juga mantan aktivis 98 yang memberikan pemikiranya dihadapan aktivis mahasiswa di Makassar.

Melalui acara Bincang Tokoh bersama Willy Aditya yang juga saat ini anggota DPR RI dari NasDem, yang digelar di Baruga Karaeng Matoayya, Rujab Ketua DPRD Makassar, Jl Hertasning Makassar, Rabu (21/6/2023) malam.

“Ya Saya mau mencoba mengedukasi anak-anak kita adik-adik kita yang memilih jalan sebagai aktivitas kampus,” ungkar RL akronim Rudianto Lallo.

Bincang tokoh dipandu Susuman Halim lalu diikuti peserta dari para organisasi kemahasiswaan, aktivis Cipayung, PMKRI, HMI, KNPI, LMND, GMNI, LIDMI, NU, Muhammadiyah, IKA Alumni Unhas Makassar.

“Yah kampus saya undang, dari pertama ini tentang kebangsaan saya coba menjadi fasilitator disini, di markas masing-masing bilamana ada tokoh nasional tokoh pergerakan selama ini dikenal publik dikenal oleh adik-adik kita datang ke Makassar,” jelasnya.

Dengan bincang tokoh ini, kata RL barangkali ada ilmu gagasan ide yang mau ditransfer kepada adik-adik mahasiswa.

“Yang dapat memberikan energi, gerakan, bagi adik adik kita, anak-anak kita aktivis kampus di Makassar seperti yang terjadi kita diskusi bersama saling berbeda pendapat kita mau memulai dari sini rumah rakyat (rujab). Apalagi kebetulan saya juga aktivis jadi baguslah,” tuturnya.

Dalam materi diskusi dari Willy Aditya menyamapikan suka tidak suka, senang tidak senang Makassar adalah episentrum gerakan.

“Yang namanya gerakan cuman memiliki spirit yang sama, spirit yang berlawan. Kalau 98 itu lebih kepada freedom of expression (kebebasan berekspresi),” kata Willy.

“Teman-teman bisa bayangkan bagaimana magisnya teriakan salam demokrasi, hidup demokrasi. Itu begitu magis sekali, begitu digdaya sekali. Tapi sekarang itu jadi hampir-hampir tidak ada artinya, ngga bergetar gitu yah, kalau kita kutip Tan Malaka itu kan, kalau kau tergetar hatimu melihat penindasan berarti kau sahabatku,” ucap Willy dihadapan mahasiswa.

Saat ditanya sejauhmana hasil pasca reformasi 1998, kata Willy adalah salahsatunya partai politik yanh saat ini dibentuk mengawal kesejahteraan rakyat.

“Kalau ditanya apa capaian reformasi, partai politik itu anak kandung dari reformasi. Kedua kebebasan pers, sebagai pilar demokrasi,” ungkapnya dan masih panjang lagi ulasannya. (***)

Loading

Comments

Baca Lainnya

Ikbal, Sosok Muda yang Curi Perhatian di Pencalonan BPD Kareloe Jeneponto

16 April 2026 - 19:54 WITA

calon bpd

Baru Bebas dari Penjara, Nasib Kursi DPRD Kamrianto Menggantung! Ini Kata BK

18 Maret 2026 - 20:02 WITA

kamrianto

Diam-Diam Sambangi Warga, Patudangi Azis Salurkan Sembako di 5 Titik Strategis Bulukumba–Sinjai

15 Maret 2026 - 20:50 WITA

sembako

Data Pemilih Dicek Satu per Satu! Bawaslu Bulukumba Terjunkan 5 Tim ke Lapangan

12 Maret 2026 - 23:00 WITA

data pemilih

Siap-siap! Siswa Madrasah di Bulukumba Bakal Terlibat Langsung Awasi Demokrasi

19 Februari 2026 - 19:20 WITA

mou
Trending di Politik