Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

News

Ekspansif Buka 11 Outlet Dalam Kurun Waktu Kurang Dari Tiga Bulan, Almaz Fried Chicken Siap Merambah Ke Luar Jabodetabek

badge-check

					Ekspansif Buka 11 Outlet Dalam Kurun Waktu Kurang Dari Tiga Bulan, Almaz Fried Chicken Siap Merambah Ke Luar Jabodetabek Perbesar

BERITA.NEWS, JAKARTA Pertumbuhan bisnis Almaz Fried Chicken bergerak cepat. Dalam tiga bulan, brand yang dikenal sebagai Ayam Goreng Saudi ini disambut antusias sehingga mampu membuka 11 outlet baru dan siap ekspansi ke luar Jabodetabek serta membawa optimisme bagi industri waralaba (franchise) khususnya makanan cepat saji di Indonesia.

Okta Wirawan, CEO & Founder Almaz Fried Chicken mengatakan pertumbuhan ini menjadi bukti atas sejumlah hasil riset yang menyebut bahwa fried chicken merupakan salah satu makanan paling populer di Indonesia dan menjangkau segala usia. Meski begitu, belakangan ini pasokan untuk memenuhi demand masyarakat tersendat seiring munculnya sentiment negatif terhadap brand tertentu.

”Almaz hadir sebagai solusi. Menawarkan cita rasa unik yang dapat menjadi favorit baru masyarakat Indonesia. Tentu saja dengan mengedepankan kualitas dan standar mutu yang tinggi,” ucapnya usai meresmikan outlet Almaz Fried Chicken ke-11 di Cinere, Depok, Jawa Barat.

Secara bisnis, Okta mengatakan, sektor F&B di Indonesia juga tetap positif dan konsisten tumbuh setiap tahunnya. Pada tahun 2023, menurut data Kementerian Perindustrian (Kemenperin) industri makanan dan minuman tumbuh positif sebesar 4,47% dan berkontribusi terhadap PDB industri non-migas sebesar 39,10%. Adapun terhadap PDB nasional sumbangannya mencapai 6,55%.

Baca Juga :  Israel Kehilangan Sekutu, PM Baru Hongaria Siap Tangkap Netanyahu

Maka Okta berharap kehadiran Almaz Fried Chicken bisa membawa optimisme terhadap industri F&B nasional khususnya waralaba makanan cepat saji untuk bisa lebih bergairah kembali. ”Harapan kami ini akan menjadi salah satu penopang pertumbuhan perekonomian masyarakat dan berkontribusi positif kepada pertumbuhan ekonomi negara.”

Pertumbuhan pesat Almaz tidak lepas dari kemitraan strategis yang dijalankan dengan NS Consulting sebagai franchise aggregator ecosystem dan platform online Buka Outlet. NS Consulting yang diprakarsai oleh Nilamsari Sahadewa dan telah berpengalaman panjang di industri franchise maupun bisnis kemitraan selama lebih dari dua dekade melalui brand Kebab Turki Babarafi, turut memainkan peran penting dalam membantu Almaz dalam mengembangkan sistem bisnis kemitraan melalui dukungan berupa sistem operasional yang terstruktur serta strategi pemasaran yang efektif untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.

”Dengan dibukanya outlet baru di berbagai daerah, Almaz Fried Chicken membuka peluang kemitraan yang eksklusif di luar Jabodetabek. Ini memberikan kesempatan bagi para mitra dari luar Jabodetabek untuk bergabung dan berkembang bersama Almaz Fried Chicken,” ujar Nilamsari.

Nilamsari juga berharap kesuksesan Almaz Fried Chicken yang secara cepat menyebar melalui banyak outlet baru bisa mendorong industri franchise F&B di Indonesia lebih bergairah. ”Semoga menciptakan optimisme di industri sehingga bisa berkontribusi positif kepada negara melalui pembukaan lapangan kerja serta mendorong perekonomian Indonesia yang lebih kuat.”

Loading

Comments

Baca Lainnya

Arab Saudi Berlakukan Denda Rp459 Juta Bagi Pelanggar Aturan Haji

23 April 2026 - 09:57 WITA

Telkomsel Hadirkan Paket RoaMAX Haji 2026, Siap Jaga Koneksi Jamaah di Tanah Suci

22 April 2026 - 09:29 WITA

Demo Memanas di Gowa! Massa Kepung Kantor DPRD, Desak Pansus Usut Dugaan Pelanggaran

21 April 2026 - 13:49 WITA

Israel Kehilangan Sekutu, PM Baru Hongaria Siap Tangkap Netanyahu

21 April 2026 - 09:21 WITA

Pertamina Kaji Ulang Harga BBM Termasuk Pertamax

19 April 2026 - 19:15 WITA

Trending di News