Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Gowa Siapkan 3.004 Ha Lahan untuk Program Panen Padi Nusantara

badge-check

					Gowa Siapkan 3.004 Ha Lahan untuk Program Panen Padi Nusantara Perbesar

BERITA.NEWS, Gowa – Kabupaten Gowa menjadi salah satu daerah di Sulawesi Selatan yang ikut berkontribusi dalam program Panen Padi Nusantara 1 Juta Hektare (Ha) yang digagas Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

Program tersebut berlokasi di sejumlah lahan yang ada di Kecamatan Bajeng dengan luasan yang disiapkan sekitar 3.004 Ha dengan hasil produksi 18.024 ton.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa Kamsina mengatakan, salah satu lokasi program Panen Padi Nusantara 1 Juta Hektare ini dipusatkan di Desa Maradekayya, Kecamatan Bajeng dengan rencana luas lahan sekitar 353 Ha dengan jumlah produksi 5,9 ton.

“Untuk awal di hari ini luas tanah yang kita panen kurang lebih 28 are,” katanya saat menghadiri Panen Raya Nusantara di Desa Maradekayya, Kecamatan Bajeng, Kamis (9/3).

Tak hanya itu, Kamsina juga menyarankan kepada para petani untuk tidak gegabah dalam menjual gabahnya. Instruksi ini untuk meminimalisir terjadinya kerugian lantaran mahalnya harga pupuk disejumlah wilayah.

“Kemarin saya mengadakan rapat dengan beberapa kepala dinas terkait dengan inflasi, yang mana saya tidak ragu akan kekurangan beras, karena stok beras kita cukup bahkan tidak kekurangan. Tapi kami tetap minta agar hasil panen gabah ini para petani tidak terlalu gegabah menjual ke pedagang tengkulak. Jangan sampai lebih banyak pengeluarannya para petani ketimbang dengan keuntungan yang akan diperoleh,” ungkapnya.

Baca Juga :  Mahasiswa Gowa: Inisial BK Disebut “Biang Kerok” Persoalan Daerah

Sementara, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batang Kaluku, Muhammad Sidik menjelaskan, untuk Provinsi Sulawesi Selatan program ini dilaksanakan di 10 kabupaten, termasuk Kabupaten Gowa.

“Patut disyukuri, panen padi kali ini hasilnya cukup memuaskan. Stok di bulan Ramadan Insya Allah aman,” terangnya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa, Fajaruddin mengatakan, panen hari ini dilakukan di area 28 are. Sementara untuk total keseluruhan lahan yang akan dipanen di Kecamatan Bajeng hingga April 2023 mendatang sekitar 3.004 Ha.

“Jadi untuk wilayah Kecamatan Bajeng ada kurang lebih 3.004 hektar yang akan di panen, sehingga InsyaAllah kebutuhan akan beras dalam menghadapi bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri akan terpenuhi,” katanya.

  • Putri

Loading

Comments

Baca Lainnya

PT Pegadaian Peduli Bantu Pembangunan Masjid Nurul Yaqin di Jeneponto

22 April 2026 - 15:26 WITA

Kreativitas Tanpa Batas, Warga Binaan Rutan Barru Hasilkan Mebel dan Jasa Cuci Kendaraan

22 April 2026 - 12:27 WITA

Intip Sosok Iptu Haryanto, Jabat Kasat Reskrim Takalar

21 April 2026 - 22:27 WITA

Serah terima jabatan Iptu Haryanto sebagai kasat Reskrim Polres Takalar. Foto: Ist.

Mahasiswa Gowa: Inisial BK Disebut “Biang Kerok” Persoalan Daerah

21 April 2026 - 16:13 WITA

Fahim Jenlap Poros Pemuda Berlawan (Pemula) yang melakukan unjuk rasa didepan kantor Bupati Gowa. Foto: Ist

Demo Memanas di Gowa! Massa Kepung Kantor DPRD, Desak Pansus Usut Dugaan Pelanggaran

21 April 2026 - 13:49 WITA

Trending di Daerah