BERITA.NEWS,Jakarta– Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga.
Meski berada di situasi ketidakpastian Global. Sektor Jasa Keuangan Nasional tetap stabil dengan permodalan dan likuiditas yang baik.

Sehingga mampu berdaya tahan dalam
menghadapi gejolak global. Eskalasi tensi geopolitik, permasalahan perbankan AS serta tingkat inflasi global.
Meskipun menurun masih bertahan di tingkat yang tinggi menjadi sumber potensi kerentanan utama bagi stabilitas sektor keuangan global.
Beberapa indikator sektor riil AS bergerak melemah, yang meningkatkan kekhawatiran
akan terjadinya resesi serta isu batasan debt ceiling AS menambah ketidakpastian di
pasar.
Kekhawatiran akan pengetatan likuiditas terus meningkat di tengah berlanjutnya pengetatan kebijakan moneter oleh Bank sentral utama global.
Pasar tenaga kerja di AS dan Eropa masih kuat, begitupun perekonomian Tiongkok yang melanjutkan pemulihan setelah melakukan reopening pasca pandemi.
Langkah cepat dari otoritas terkait penanganan gejolak perbankan di AS dan Eropa diharapkan dapat meredam penularan tekanan lebih lanjut secara global.
Indikator perekonomian Indonesia terkini menunjukkan kinerja ekonomi nasional
yang solid dengan tumbuh 5,03 persen yoy di triwulan I 2023,
meningkat bandingkan triwulan IV 2022 yang tumbuh 5,01 persen yoy.
Inflasi menurun dan terkendali saat Ramadan dan Hari Raya dengan langkah antisipatif Pemerintah antaranya melalui pengendalian harga bahan pangan.
Aktivitas manufaktur melanjutkan tren ekspansi selama 20 bulan berturut-turut dengan Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur nasional tercatat naik menjadi 52,7 (Maret 2023: 51,9).
Di sektor eksternal, neraca perdagangan Indonesia di Maret 2023 kembali
mencatatkan surplus meskipun menyempit akibat kontraksi nilai ekspor yang lebih
dalam dibandingkan impor.
Ojk Catat perkembangan pasar modal nasional
Pasar saham di April 2023 menguat 1,62 persen mtd ke level 6.915,72 (Maret 2023:
-0,55 persen mtd di level 6.805), dengan non-resident mencatatkan inflow sebesar
Rp12,29 triliun mtd (Maret 2023: Rp4,12 triliun mtd).
Secara ytd, IHSG tercatat menguat sebesar 0,95 persen dengan non-resident membukukan net buy sebesar Rp18,91 triliun (Maret 2023: net buy sebesar 6,62 triliun ytd).
Pertumbuhan Sektor Perbankan
Kredit perbankan pada Maret 2023 tumbuh 9,93 persen yoy (Februari 2023: 10,64
persen) menjadi Rp6.445,5 triliun.
Pertumbuhan ditopang oleh kredit investasi yang tumbuh sebesar 11,40 persen yoy, sementara kredit modal kerja dan konsumsi
masing-masing tumbuh sebesar 9,52 persen dan 9,20 persen.
Secara mtm, kredit perbankan naik 1,10 persen atau naik Rp70,14 triliun.
Sementara itu, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Maret 2023 tercatat melandai dengan tumbuh 7 persen
yoy (Februari 2023: 8,18 persen)
menjadi Rp8.005,6 triliun, utamanya didorong penurunan pada giro.
Arah Kebijakan
OJK mewaspadai kondisi ketidakpastian global yang tinggi dan dampak rambatannya pada sektor jasa keuangan nasional.
Meskipun saat ini dampak rambatannya ke
domestik masih relatif terbatas namun perlukan langkah-langkah antisipatif
untuk memitigasi dampaknya ke pertumbuhan ekonomi, intermediasi dan stabilitas sistem keuangan.
![]()





























