Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Begini kisah Shifa Gadis Cantik asal Gowa Pembawa Baki Upacara HUT RI

badge-check

					Nurshifa Kahfi, pembawa Baki duplikat bendera merah putih di Kabupaten Gowa. (BERITA.NEWS/ACP). Perbesar

Nurshifa Kahfi, pembawa Baki duplikat bendera merah putih di Kabupaten Gowa. (BERITA.NEWS/ACP).

BERITA.NEWS, Gowa – Pembawa baki duplikat bendera merah putih di Kabupaten Gowa, Nurshifa KahfI pantas berbangga diri. Shifa sapaan akrabnya tergabung dalam Paskibraka 2019 berasal dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 4 Gowa. 

Gadis kelas tiga SMK ini menceritakan pengalaman pertamanya mengikuti Paskibraka dan diberi kepercayaan untuk membawa baki duplikat sang saka merah putih. 

“Paskibraka tahun ini adalah pengalaman pertama saya membawa duplikat bendera pusaka ini, apalagi harus berhadapan langsung dengan Bupati Gowa. Saya juga merasa terharu. Meski sakit yang saya alami pada bagian paha kanan dan tangan karena selalu membawa baki, itu terbayarkan karena menjadi perhatian ribuan pasang mata hari ini,” tutur Shifa, Sabtu (17/8/2019).

Gadis kelahiran Bontocinde 22 Juli 2003 ini mengaku tidaklah mudah diberi tanggungjawab membawa baki di upacara bendera HUT RI. Serangkaian proses seleksi hingga latihan ketat harus dilalui Shifa. 

Baca Juga :  Demo Memanas di Gowa! Massa Kepung Kantor DPRD, Desak Pansus Usut Dugaan Pelanggaran

“Butuh kesiapan mental dan fisik untuk bisa menjadi pasukan pembawa bendera sang saka merah putih. Sebelum maju ke tingkat Kabupaten, saya diseleksi di sekolah, mulai dari tinggi badan, berat, kesehatan, semua harus proporsional,” kisahnya. 

Tidak mudah bagi Shifa untuk menyesuaikan diri dengan pelbagai aktifitas latihan yang terbilang cukup berat. Selama 21 hari, dirinya bersama anggota Paskibraka lain harus berlatih sedikitnya tiga kali dalam sehari.  

“Latihan terus, dalam sehari itu tiga kali latihan, dar pagi ke dzuhur, zuhur hingga ke Ashar. 

Anak dari pasangan Ashabul Kahfi dan Subaidah ini mengaku tergabung dalam pasukan pengibar bendera ini karena memiliki cita-cita menjadi seorang Polisi Wanita (Polwan), sehingga menurutnya ini adalah modal awal baginya. 

Diketahui, Detik-Detik Peringatan Hari Ulang Tahn Proklamasi Kemerdekaan  ke-74 Republik Indonesia Tingkat Kabupaten Gowa, berlangsung dengan lancar dan penuh khidmat, yang ditandai dengan bunyi sirene selama 60 detik di Lapangan IPDN Kampus Sulsel, Gowa. 

  • ACP

Loading

Comments

Baca Lainnya

PT Pegadaian Peduli Bantu Pembangunan Masjid Nurul Yaqin di Jeneponto

22 April 2026 - 15:26 WITA

Kreativitas Tanpa Batas, Warga Binaan Rutan Barru Hasilkan Mebel dan Jasa Cuci Kendaraan

22 April 2026 - 12:27 WITA

Intip Sosok Iptu Haryanto, Jabat Kasat Reskrim Takalar

21 April 2026 - 22:27 WITA

Serah terima jabatan Iptu Haryanto sebagai kasat Reskrim Polres Takalar. Foto: Ist.

Mahasiswa Gowa: Inisial BK Disebut “Biang Kerok” Persoalan Daerah

21 April 2026 - 16:13 WITA

Fahim Jenlap Poros Pemuda Berlawan (Pemula) yang melakukan unjuk rasa didepan kantor Bupati Gowa. Foto: Ist

Demo Memanas di Gowa! Massa Kepung Kantor DPRD, Desak Pansus Usut Dugaan Pelanggaran

21 April 2026 - 13:49 WITA

Trending di Daerah