Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

DPRD Makassar

Dewan Makassar Minta ULP di Pemkot Lakukan Perombakan Gegara Banyak Proyek Gagal Tender

badge-check

					Dewan Makassar Minta ULP di Pemkot Lakukan Perombakan Gegara Banyak Proyek Gagal Tender Perbesar

BERITA.NEWS, MAKASSAR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar meminta Unit Layanan Pengadaan atau ULP lingkup pemerintah kota melakukan perombakan. Hal itu untuk mengevaluasi program mandek pada tahun 2021 lantaran gagal tender.

Anggota Komisi C DPRD Makassar, Andi Suharmika mempertanyakan pengerjaan proyek yang masih banyak berjalan hingga awal tahun 2022. Padahal pengerjaan tersebut seyogyanya sudah rampung sejak Desember lalu.

“Ini hasil tinjauan kita banyak program yang jalan, padahal pagu anggaran itu di 2020-2021, ada beberapa titik yang belum terselesaikan, di Dapil itu banyak setelah kita pantau, semisal drainase, itu kan masih pengeringan artinya belum selesai,” kata Suharmika, Senin (3/1/2022).

Suharmika juga mendesak Dinas Pekerjaan Umum untuk memberikan penjelasan terkait hal ini. Terlebih, kata dia, belum ada laporan yang masuk terkait pengerjaan-pengerjaan tersebut.

“Kita minta penjelasannya, apa dasar hukumnya sehingga pengerjaan hari ini tetap berlangsung?” ucapnya.

“Apakah itu diadendum atau apa karena tidak laporan ke kami, kita tahu memungkinkan adanya adendum, pengerjaan 20 sampai berapa puluh hari, ada baiknya PU memberikan keterangan ke publik,” sambungnya.

Baca Juga :  Pelindo Regional 4 Gelar Pelatihan K3 Umum

Ia mengatakan pihaknya akan melakukan pertemuan bersama PU untuk merampungkan hal ini.

Sementara, Sekretaris Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kota Makassar Fasruddin Rusli menilai persoalan ini sudah menjadi masalah tahunan.

“Mereka ini perlu disurati, 52 SKPD dan 15 Camat ini, supaya bisa berkoordinasi dengan baik,” terangnya.

Belum lama ini, kata dia, Komisi C menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama sejumlah kontraktor lantaran banyaknya Pokja Pemkot yang bermasalah.

“Pokja kita ini sepertinya dia memperlambat proses tender. Sudah ada pemenang tapi barangkali dia tidak siap waktu untuk proses kerja, makanya dia batalkan beberapa tender. Banyak tender yang siap dikerjakan dia tidak kerjakan karena Pokjanya ini merasa tidak bisa rampung,” terangnya.

Dia berharap pelantikan 23 JPT 31 Desember 2021 lalu bisa mendorong realisasi pembangunan di tahun 2022 ini.

“Minim memang (pembangunan), jadi kiranya kita meminta semua usulan OPD di Makassar untuk ditender di awal tahun ini,” tegasnya. (*)

 

Loading

Comments

Baca Lainnya

Rakor Reformasi Pertanahan, Munafri: Pentingnya Legalitas Aset Daerah

29 April 2026 - 18:15 WITA

Lepas JCH Makassar, Munafri Ingatkan Jaga Niat dan Kesehatan

29 April 2026 - 13:38 WITA

RW 01 Kompleks CV Dewi Dinilai Layak Wakili Makassar di Lomba Satkamling Tingkat Polda Sulsel

29 April 2026 - 07:05 WITA

May Day 2026, Pemkot Makassar Fasilitasi Perayaan Buruh yang Aman dan Inklusif

28 April 2026 - 19:35 WITA

Kepala BGN Sebut Gaji Pencuci Piring MBG Lebih Tinggi dari Guru Honorer: Rp 2,4 Juta Sampai Rp 3,5

28 April 2026 - 18:12 WITA

Trending di Makassar