Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Dinkes dan Bapelitbangda Adakan Pertemuan Finalisasi Konvergensi Penanganan Stunting di Luwu

badge-check

					Dinkes dan Bapelitbangda Adakan Pertemuan Finalisasi Konvergensi Penanganan Stunting di Luwu Perbesar

BERITA.NEWS, Luwu – Pemkab Luwu melalui Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pembangunan Daerah, Ahmad Awwabin membuka secara resmi pertemuan finalisasi aksi 1 dan aksi 2 Konvergensi Stunting dalam rangka percepatan pelaksanaan dan aksi konvergensi stunting Kabupaten Luwu tahun 2022.

Pertemuan yang diprakarsai oleh Bapelitbangda dengan Dinas Kesehatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai April tanggal 11 – 14 April 2022, bertempat di Resto the zoel Belopa.

Dalam sambutannya Awwabin menyampaikan ucapan terima kasih dan sangat menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, dalam pertemuan inilah kesempatan seluruh pihak yang terkait untuk merumuskan dan membicarakan langkah-langkah yang akan diambil dalam percepatan penanganan stunting di Luwu.

“Diminta keseriusan seluruh peserta, mudah-mudahan pertemuan ini dapat merumuskan langkah-langkah dalam upaya penanganan stunting di Luwu,” ujarnya.

Kemudian Awwabin juga menyampaikan bahwa penanganan stunting memang menjadi domain Dinas Kesehatan, namun menurutnya bukan berarti penanganan dan penurunan angka stunting hanya menjadi tanggung Dinas Kesehatan saja.

Dia menegaskan, harus ada kolaborasi dan senergitas lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam upaya percepatan penanganan stunting.

“Stunting itu persoalan daerah, makanya harus dikeroyok secara bersama. maka diharapkan keseriusan dan kolaborasi antar OPD terkait,” ajaknya.

Pada kesempatan itu, Kadis Kesehatan Luwu, dr Rosnawary menyarankan kepada seluruh tenaga kesehatan. Terkhusus kepada Puskesmas yang menjadi ujung tombak, agar meningkatkan koordinasi dengan pemerintah kecamatan masing-masing termasuk dengan pemerintahan.

“Kapus harus meningkatkan koordinasi dengan pemerintah kecamatan,” tandasnya.

Lanjut dr Rosnawary bahwa pertemuan Finalisasi Konvergensi Penanganan Stunting ini bertujuan untuk melakukan identifikasi sebaran stunting, ketersediaan program, dan kendala dalam pelaksanaan integrasi intervensi gizi. Dan di aksi duanya, menyusun rencana kegiatan untuk meningkatkan pelaksanaan integrasi intervensi gizi.

“Pertemuan ini akan membahas dua aksi, aksi satu menyelesaikan data dan aksi dua menentukan rumusan dan langkah-langkah kolaborasi penanganan stunting,”. sebutnya.

Muh Asri

Loading

Comments

Baca Lainnya

Sipropam Polres Maros Ingatkan Personel Bijak Bermedsos

27 April 2026 - 10:10 WITA

Cegah Bentrok Meluas, Polsek Lau Damaikan Dua Kelompok Pemuda di Maros

25 April 2026 - 16:25 WITA

Tak Banyak yang Tahu, Disertasi Ini Bawa Sarianto Raih Doktor UNM

24 April 2026 - 21:25 WITA

Sarianto (Kanan) usai sidang promosi doktor di Universitas Negeri Makassar, Jumat 24 April 2026. Foto: Ist.

Sinergi Lingkungan, Polres Maros Tanam Pohon dan Tebar Ribuan Benih Ikan

24 April 2026 - 09:37 WITA

Rutan Masamba Berbenah, Disiplin Pegawai Diperketat Pengamanan Makin Solid

23 April 2026 - 19:45 WITA

Trending di Daerah