Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Tekan Stunting di Kabupaten Luwu, ini yang Dilakukan Dinas Kesehatan

badge-check

					Tekan Stunting di Kabupaten Luwu, ini yang Dilakukan Dinas Kesehatan Perbesar

BERITA.NEWS, Luwu – Pemerintah Kabupaten Luwu melaksanakan pertemuan di Ruang Pola The Resto zoel dalam rangka pertemuan Rencana Aksi 1 Analisis Situasi dalam upaya percepatan dan penurunan stunting di Kab.Luwu, Selasa, (12/4/2022).

Pada pertemuan yang difasilitasi Dinas Kesehatan Kab Luwu, didalamnya dibahas Peraturan BKKBN RI Nomor 12 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting di Indonesia tahun 2021-2024.

Serta rencana pelaksanaan Aksi 1 tentang analisis situasi. Kegiatan ini melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah, hingga pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan.

Hanura Talib, Team Regional 5 Makkasar mengatakan, penanganan stunting membutuhkan kolaborasi dari semua pihak.

“Penurunan angka stunting di Kabupaten Luwu ini membutuhkan kolaborasi dari semua unsur. Target untuk tahun 2024, kita harus menurunkan angka stunting sebesar 14 persen untuk nasional,” ujarnya.

Di Kabupaten Luwu tahun 2021 prevalensi stunting sebesar 10,3 persen. Dan kegiatan aksi 1 untuk menentukan lokus yang akan diintervensi tahun 2023.

Baca Juga :  Tak Banyak yang Tahu, Disertasi Ini Bawa Sarianto Raih Doktor UNM

Untuk mencapai target tersebut sebagai wujud penurunan stunting di Luwu, Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu dalam hal ini Kepala Bappeda Luwu Achmad Awwabin, menandaskan, sebagai bentuk komitmen tinngi pemerintah pusat, bahwa penurunan stunting penting dilakukan dengan pendekatan ke masyarakat di tingkat pusat hingga desa telah membentuk Tim Pendamping Keluarga pada tahun 2021 dengan jumlah personel sebanyak 200 orang yang tersebar di 9 kecamatan.

“Tim ini diharapkan mampu mengidentifikasi sasaran mulai dari calon pengantin yang sudah harus mendapatkan pendampingan sampai ibu hamil, pasca persalinan, hingga 1.000 hari pertama kelahiran bayi,” jelasnya.

Sebelumnya, kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bappeda Luwu Achmad Awwabin. Dalam arahannya, ia meminta seluruh elemen agar bahu membahu dan bersama-sama menurunkan stunting.

“Selama ini kita telah melakukan berbagai inovasi dalam menurunkan stunting. Saya berharap agar ini terus dilanjutkan sebagai wujud upaya pencegahan dan penanganan stunting di Kabupaten luwu,” pungkasnya.

Muh Asri

Loading

Comments

Baca Lainnya

HBP ke-62, Rutan Masamba Perkuat Komitmen Pelayanan Prima

27 April 2026 - 17:57 WITA

Gerobak Usaha Hasil Pembinaan Ramaikan HBP ke-62 di Rutan Barru

27 April 2026 - 17:40 WITA

Sipropam Polres Maros Ingatkan Personel Bijak Bermedsos

27 April 2026 - 10:10 WITA

Cegah Bentrok Meluas, Polsek Lau Damaikan Dua Kelompok Pemuda di Maros

25 April 2026 - 16:25 WITA

Tak Banyak yang Tahu, Disertasi Ini Bawa Sarianto Raih Doktor UNM

24 April 2026 - 21:25 WITA

Sarianto (Kanan) usai sidang promosi doktor di Universitas Negeri Makassar, Jumat 24 April 2026. Foto: Ist.
Trending di Daerah